Share This

Setnov Mengaku Sakit di Persidangan, KPK: Kami Punya Bukti Dokumentasi

Hasil pemeriksaan dokter dari IDI dan RSCM sebut Setya Novanto dalam keadaan sehat

, BERITA , NASIONAL

Kamis, 14 Des 2017 21:42 WIB

Author

Gilang Ramadhan

Setnov Mengaku Sakit di Persidangan, KPK: Kami Punya Bukti Dokumentasi

Terdakwa korupsi e-KTP, Setya Novanto mengaku sakit saat menjalani sidang dakwaan di pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/12). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- KPK mendalami dugaan menghalangi proses hukum yang sedang berjalan oleh terdakwa dugaan korupsi proyek KTP elektronik, Setya Novanto. Bekas Ketua DPR tersebut berupaya tidak kooperatif saat menjalani proses persidangan perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kemarin.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Novanto sempat berkelit saat ditanya identitasnya serta mengaku sakit hingga proses persidangan diskors dua kali. Namun menurut Febri, hasil pemeriksaan dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyatakan Novanto sehat.

"Jadi apa yang dilakukan kemarin tentu akan kita catat dan cermati. Apakah itu akan masuk di proses penuntutan sebagai alasan yang memberatkan atau pertimbangan-pertimbangan yang lain karena persidangan baru berjalan di tahap awal," kata Febri di Gedung KPK, Kamis (14/12/17).

Febri menambahkan, hasil pemeriksaan dokter sebelum hari persidangan menyatakan Novanto terserang batuk dan telah diberikan penanganan medis. Menurutnya, klaim bahwa bekas Ketua Umum Golkar tersebut mengalami diare hingga 20 kali ke toilet tidak benar. KPK memiliki bukti dan dokumentasi kegiatan Novanto selama di rumah tahanan.

"Kami tentu punya bukti-bukti dan dokumentasi kecuali hal-hal yang bersifat privat. Jadi kami pastikan kalau aspek medis satu aspek kesehatan itu sudah selesai," kata dia.

Febri mengingatkan semua pihak untuk tidak melakukan upaya beresiko dengan merintangi proses penanganan perkara korupsi di KPK. Termasuk jika ada pihak yang merekayasa hasil pemeriksaan kesehatan orang-orang yang diduga terlibat korupsi.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.