Share This

Ancaman Teror Akhir Tahun, Kapolri: Waspadai Aksi Lone Wolf!

"Jangan sampai kita meng-underestimate, menganggap remeh mereka hanya karena tidak ada informasi ancaman teror. Karena ada kelompok yang biasa melakukan gerakan secara tertutup," kata Tito Karnavian.

, BERITA , NASIONAL

Kamis, 21 Des 2017 15:05 WIB

Personel Brimob bersiap mengikuti Apel Pasukan Operasi Lilin 2017 di Monas, Jakarta, Kamis (21/12/2017). (Foto: ANTARA/Aprillio Akbar)

KBR, Jakarta - Kapolri Tito Karnavian meminta agar para aparat kepolisian di setiap tingkatan tetap mewaspadai potensi ancaman teror menjelang dan selama Natal dan Tahun Baru. 

Kapolri Tito Karnavian mengatakan potensi bahaya terorisme tetap ada meski hingga saat ini belum ada informasi rencana serangan teror. Namun, Tito meminta anggota Polri mewaspadai aksi dari teroris lone-wolf, atau aksi teror sendirian nonstruktur.

Ia meminta agar aparat tidak lengah dan terus memantau pergerakan mencurigakan dari kelompok-kelompok radikal.

Tito mengklaim polisi telah melakukan langkah pencegahan dan membuat skenario terburuk untuk mengantisipasi adanya tindakkan teror menjelang hari-hari besar. 

"Ada beberapa prediksi menjadi potensi gangguan. Pertama, terorisme. Karena kita punya pengalaman, meskipun hingga hari ini belum ada informasi tentang rencana serangan teror. Tapi seperti biasa kita berpikir worst scenario. Artinya jangan sampai kita meng-underestimate, menganggap remeh mereka hanya karena tidak ada informasi ancaman teror. Karena ada kelompok yang biasa melakukan gerakan secara tertutup," kata Tito Karnavian usai mengikuti Apel Pasukan Operasi Lilin 2017 di Silang Monas Timur, Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Operasi Lilin 2017 berlangsung mulai hari Kamis, 21 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018.

Baca juga:


Wali Kota Solo Jawa Tengah memeriksa pasukan saat memimpin apel pasukan Operasi Lilin Candi 2017 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (21/12/2017). (Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha) 

Sulit diprediksi

TIto mengatakan serangan teror yang hingga saat ini masih sulit diprediksi adalah serangan dengan metode lone wolf, karena tidak terencana dan biasanya dilakukan seorang diri.

Tito mengatakan serangan lone wolf biasa dilakukan di negara Eropa yang kini diadopsi oleh terorisme di Indonesia.  Selain menggunakan bom sebagai alat serang, teroris lone wolf juga biasa menggunakan metode menabrakan diri di keramaian dengan menggunakan mobil.

"Mereka bergerak sendiri-sendiri, dan ini lebih sulit diprediksi. Seperti peristiwa di Eropa, Amerika, itu banyak yang lone wolf. Terakhir di Manhattan, yang melakukan serangan menabrakkan diri itu juga lone wolf. Maka kita harus lakukan preventif straight, atau penindakan untuk pencegahan," kata Tito.

Dengan adanya potensi tersebut, kata Tito, maka penjagaan di tempat ibadah seperti gereja menjelang Natal dilakukan lebih ketat dengan melibatkan personel Kepolisian, TNI, aparat daerah serta ormas-ormas yang memiliki kesamaan paham tentang keamanan NKRI.

Kapolri Tito Karnavian menambahkan untuk pengamanan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, pemerintah menurunkan personel Polri dan TNI lebih banyak di banding tahun sebelumnya. Menurut Tito, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya ancaman terorisme dan bencana alam, mengingat di akhir tahun ini banyak terdapat bencana alam seperti longsor, banjir, angin ribut dan erupsi gunung api.

"Tahun ini ada penambahan, dari Polri lebih kurang 90 ribu atau hampir 100 ribu. Sementara dari Pak Panglima TNI hampir 80 ribu prajurit, dan masyarakat atau Pemda total hampir 60 ribu lebih atau hampir 70 ribu. Saat pengamanan lebaran memang lebih banyak dari ini. Tapi dibanding Natal sebelumnya, tahun ini pengamanan lebih banyak," kata Tito. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.