Novel Dituding Merekayasa Kasus Penyiraman Air Keras, Ini Bantahan KPK

Jelas-jelas menjadi korban. Dari pemeriksaan dokter di pertama kali di mitra keluarga pada saat itu, kemudian dibawa ke JEC dan kemudian dibawa ke Singapura itu sangat jelas bahwa ia adalah korban.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 06 Nov 2019 20:07 WIB

Author

Sadida Hafsyah

Novel Dituding Merekayasa Kasus Penyiraman Air Keras, Ini Bantahan KPK

Penyidik senior KPK Novel Baswedan ketika menjalani pengobatan di Singapura, lebih dari dua tahun silam. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah tudingan penyidik seniornya, Novel Baswedan merekayasa penyiraman air keras.

Tudingan Novel Baswedan merekayasa dirinya disiram air keras itu beredar di media sosial Twitter, dan menjadi viral.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, KPK telah mengklarifikasi tudingan tersebut baik secara resmi, maupun melalui akun media sosial.

"Jelas-jelas menjadi korban. Dari pemeriksaan dokter di pertama kali di mitra keluarga pada saat itu, kemudian dibawa ke JEC dan kemudian dibawa ke Singapura itu sangat jelas bahwa ia adalah korban dari penyiraman air keras. Bahkan kalau kita dengar konferensi pers dari tim gabungan yang dibentuk Polri itu jelas disebut di sana, penyiraman dan karakter air keras yang terkena ke Novel tersebut. Nah sekarang bagaimana mungkin Novel yang dituduh melakukan rekayasa tersebut," katanya ditemui di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Febri Diansyah juga menyayangkan sikap sekelompok orang yang berupaya memutarbalikan fakta yang ada, dengan kembali mempertanyakan status Novel sabagai korban.

Padahal, kata Febri, Presiden Joko Widodo sendiri telah meminta Kapolri Idham Azis untuk mengungkap kasus penyerangan ini, hingga awal Desember 2019.

"Ia adalah korban. Jangan sampai korban menjadi korban berulang kali karena berbagai isu hoax (hoaks, red) begitu, kebohongan dan lain-lain," katanya.

Febri juga mengaku belum mengetahui laporan dari Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya yang menyebut penyiraman air keras Novel merupakan rekayasa dan terlalu banyak kejanggalan.

"Kami hanya berharap masyarakat mendukung dan menunggu hasil penanganan perkara yang dilakukan oleh Polri. Sehingga diketahui siapa saja pelaku penyerang Novel," pungkas Febri Diansyah. 


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik

Hari Pneumonia Sedunia, Mari Cegah Pneumonia pada Anak

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14