Menkes Akan Dukung Industri Pengobatan Tradisional

karena itu di rumah sakit saya juga saya bikinkan untuk area untuk obat-obat tradisional. Karena itu adalah merupakan kearifan lokal, kearifan bangsa yang berkaitan dengan UMKM juga.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 05 Nov 2019 20:28 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Menkes Akan Dukung Industri Pengobatan Tradisional

Menteri Kesehatan, Terawan saat rapat dengar pendapat di DPR, Selasa (5/11/19). (Foto: KBR/Wahyu Setiawan)

KBR, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengaku bakal mendukung berkembangnya industri pengobatan tradisional atau herbal di Indonesia.

Hal itu ia sampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Awalnya masalah pengobatan tradisional ini disinggung sejumlah anggota Komisi IX DPR, salah satunya Arzeti Bilbina dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurut Arzeti, masalah praktik pengobatan tradisonal di Indonesia bersumber pada berbelit-belitnya izin dari pemerintah.

"Padahal, banyak perusahaan yang ingin mengembangkan bisnis di bidang ini," katanya.

Menanggapi itu, Menkes Terawan berjanji bakal mengkaji lebih dalam mengenai regulasi yang mengatur praktik pengobatan herbal itu.

"Saya sangat mendukung, karena itu di rumah sakit saya juga saya bikinkan untuk area untuk obat-obat tradisional. Karena itu adalah merupakan kearifan lokal, kearifan bangsa yang berkaitan dengan UMKM juga. Jadi kami sangat mendukung. Nanti kami juga akan lanjutkan dengan riset-risetnya yang lebih memadai," ujarnya.

Terawan menambahkan, ia juga akan berkoordinasi dengan kolegium tenaga kesehatan kedokteran Indonesia untuk menyekolahkan dokter-dokter spesialis ke negara lain yang memiliki riset pengobatan tradisional baik, seperti Cina dan India.

"Kami perlu diskusi dan pendekatan, supaya tidak percuma kalau terhambat regulasi," tambahnya.

Selain Kementerian Kesehatan, dalam Rapat Dengar Pendapat itu, Komisi IX DPR juga mengundang sejumlah mitra, di antaranya BPJS Kesehatan.


Editor: Kurniati Syahdan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik