LSI: Kepercayaan Publik Pada Lembaga Negara Menurun

"Kami telah lakukan empat kali survei, yakni pra dan pasca-Pilkada DKI 2017, serta pra dan pasca-Pilpres 2019."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 13 Nov 2019 18:18 WIB

Author

Adi Ahdiat

LSI: Kepercayaan Publik Pada Lembaga Negara Menurun

Ilustrasi: Mahasiswa membawa poster bernada ketidakpercayaan pada DPR saat demo tolak RUU bermasalah di Jakarta (24/9/2019). (Foto: KBR/Wahyu Setiawan)

KBR, Jakarta- Tingkat kepercayaan publik pada lembaga negara menurun setelah pelaksanaan Pilpres 2019. Hal tersebut diungkapkan Lingkaran Survei Indonesia (LSI)-Denny JA.

"Kami telah lakukan empat kali survei, yakni pra dan pasca-Pilkada DKI 2017, serta pra dan pasca-Pilpres 2019," kata peneliti senior LSI-Denny JA, Adjie Alfaraby, seperti dilansir Antara, Rabu (13/11/2019).

Dari hasil survei itu, Adjie menemukan penurunan tingkat kepercayaan publik pada sejumlah lembaga dari periode Juli 2018 sampai September 2019. Rinciannya:

  • Dewan Perwakilan Daerah (DPD), turun dari 68,7 persen menjadi 64,2 persen.
  • Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), turun dari 65 persen menjadi 63,5 persen.
  • Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), turun dari 89 persen menjadi 85,7 persen.
  • Mahkamah Konstitusi (MK), turun dari 76,4 persen menjadi 70,2 persen.
  • Kepolisian Republik Indonesia (Polri), turun dari 87,7 persen menjadi 72,1 persen.
  • Tentara Nasional Indonesia (TNI), turun dari 90,4 persen menjadi 89 persen.
  • Komisi Pemilihan Umum (KPU), turun dari 82,3 persen menjadi 78,1 persen.

Meski demikian, Adjie menyebut penurunan ini belum bisa dikatakan tren karena surveinya sebatas memotret efek penurunan trust dari momen Pilkada DKI 2017 sampai pasca-Pilpres 2019.

Adjie menyebut survei itu melibatkan 1.200 responden awal yang tersebar di 34 provinsi Indonesia. Metode survei yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin error sekitar 2,9 persen. 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Majalah Time Menobatkan Greta Thunberg sebagai Person of the Year

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17