Kecelakaan Maut GrabWheels, YLKI Minta Pemerintah Buat Aturan Baru

"Poin poin krusial yang perlu diatur antara lain: perizinan yang ketat, pentarifan, dan juga jaminan asuransi. Intinya, keberadaan skuter listrik harus dikendalikan dengan kuat."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 14 Nov 2019 11:50 WIB

Author

Adi Ahdiat

Kecelakaan Maut GrabWheels, YLKI Minta Pemerintah Buat Aturan Baru

Menristek Bambang Brodjonegoro menaiki skuter listrik GrabWheels di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat (1/10/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Dua remaja tewas ditabrak mobil saat sedang mengendarai skuter listrik GrabWheels di kawasan Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (10/11/2019).

Saat ini Polda Metro Jaya sudah menetapkan si penabrak sebagai tersangka. Pihak Grab selaku penyedia GrabWheels juga sudah menyatakan bakal mengevaluasi layanannya.

"Grab berkomitmen untuk terus meningkatkan keamanan penggunaan GrabWheels melalui edukasi kepada pengguna, dan bekerja sama dengan pihak terkait dalam upaya menjaga keselamatan," kata CEO GrabWheels TJ Tham, seperti dilansir Antara, Rabu (13/11/2019).

Kendati demikian, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pertanggungjawaban lebih.

"Memang manajemen Grab telah menyampaikan duka cita dan akan memberikan dukungan yang lain pada keluarga korban. Namun, ini tentu saja sangat tidak cukup," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam rilisnya yang diterima KBR, Kamis (14/11/2019).

"YLKI meminta manajemen Grab untuk menghentikan sewa skuter listrik, sebelum memperbaiki aspek safety kepada calon penggunanya," tegasnya lagi.


YLKI Minta Peraturan Baru

Demi mencegah kecelakaan serupa, YLKI juga mendesak Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Perhubungan untuk menerbitkan aturan terkait skuter listrik.

"Poin poin krusial yang perlu diatur antara lain perizinan yang ketat, pentarifan, dan juga jaminan asuransi. Intinya, keberadaan skuter listrik harus dikendalikan dengan kuat," kata Tulus.

"Mengingat dari sisi infrastruktur belum memberikan dukungan yang memadai untuk jalur skuter. Dan belum pula ada sosialisasi yang memadai kepada penggunanya, yang bisa jadi masih minim literasi terkait kepatuhan berlalu-lintas," katanya lagi. 

YLKI meminta pemerintah Indonesia mencontoh praktik di Belanda, di mana ada program edukasi untuk masyarakat terkait keselamatan bersepeda.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme