Kapolri: Ada Kapolres Main Proyek, Saya Ganti!

"Kalau dia (kapolres) begitu, para gubernur walikota silahkan hubungi saya, nanti saya carikan pemain cadangan."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 14 Nov 2019 10:19 WIB

Author

Dwi Reinjani

Kapolri: Ada Kapolres Main Proyek, Saya Ganti!

Kapolri Idham Azis dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto di acara Rakornas Indonesia Maju di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho)

KBR Jakarta - Kapolri Idham Aziz menegaskan bakal mencopot dan mengganti Kepala Polisi Resort (Kapolres) yang bermain-main dalam proyek pembangunan.

Pernyataan itu disampaikan Idham Azis di depan ribuan pejabat seperti kepala daerah, kepala kepolisian daerah, maupun pejabat TNI dan Kejaksaan yang menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor Jawa Barat, Rabu (13/11/2019) malam.

Idham Azis mengatakan Kapolres yang turut main proyek atau terlibat konspirasi proyek dapat mengganggu upaya pemerintah dalam melakukan pembangunan yang merata.

“Bapak-bapak harus menggandeng para kapolres, dan saya juga minta para kapolres tidak (menjadi) bagian dari permasalahan yang ada di daerah. Karena bukan rahasia umum, banyak juga kapolres itu kalau dia minta proyek. Nah ini bagian masalah, berarti dia konspirasi. Kalau dia begitu, para gubernur, walikota silahkan hubungi saya, nanti saya carikan pemain cadangan," kata Idham di Sentul, Bogor, Rabu (13/11/2019).

Menurut Idham, Polri bertanggung jawab mengamankan seluruh proyek yang sedang dilaksanakan pemerintah, termasuk dalam pembangunan infrastruktur.

Ia mengklaim memahami betul ada rahasa umum dalam proyek-proyek pembangunan banyak oknum mengincar keuntungan. Karena itu, Idham meminta semua pihak membantu ikut mengawasi dan melaporkan jika ada aparat bertindak curang seperti itu.

Idham menegaskan ada dua hal pokok yang menjadi tugas Polri dalam membantu pembangunan, yaitu mencegah adanya pemborosan anggaran, dengan kerjasama para kepala daerah para dinas terkait, dan kedua melakukan penegakan hukum.

Namun, kata Udham, penegakan hukum dilakukan paling akhir setelah melakukan berbagai macam upaya pendekatan dan pencegahan. Sesuai arahan Presiden, kata Idham, aparat harus mengedepankan pendekatan dibanding tindakan langsung.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Majalah Time Menobatkan Greta Thunberg sebagai Person of the Year

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18