Jubir Kementerian Pertahanan? Ini Penjelasan Dahnil Anzar

"Ada beberapa staf khusus, ada saya, ada Mas Sabem Raja Gukguk beliau ahli teknologi senjata, kemudian ada mas Endi jadi kami bertiga."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 13 Nov 2019 10:20 WIB

Author

Dwi Reinjani

Jubir Kementerian Pertahanan? Ini Penjelasan Dahnil Anzar

Menhan Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Panglima Hadi Tjahjanto saat mengunjungi Mabes Cilangkap, Jakarta, Rabu (30/10/2019). (Puspen)

KBR, Jakarta-   Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, dirinya bukan termasuk sebagai staf hubungan masyarakat kementerian. Posisinya saat ini berhubungan langsung dengan tugas-tugas Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

“Sebenarnya sejak seminggu yang lalu, sayakan belajar memahami kondisi di sini belajar banyak hal karena bagi-bagi. Ada beberapa staf khusus, ada saya, ada Mas Sabem Raja Gukguk beliau ahli teknologi senjata, kemudian ada mas Endi jadi kami bertiga. Saya mengurusi komunikasi publik dan hubungan antarlembaga, termasuk sosial ekonomi hal yang nonmiliter. Termasuk ya sekaligus berkomunikasi dengan teman-teman.” Ujar Dahnil di kantor Wapres, Selasa (12/11/2019).

Selain itu ia juga mengatakan ada pembagian tugas yang jelas antara staf khusus komunikasi dengan staf hubungan masyarakat atau humas kementerian.

“Jadi secara institusional kemenhan juga punya humas ya Pak Brigjen Totok yang punya tanggung jawab mendesin dan berkomunikasi dengan teman-teman media. Kemhan secara struktural tentu punya humas yang bisa nanti kebijakan institusional itu ke humas.” Ujar Dahnil.

Dahnil juga mengatakan alasan dirinya ditarik menjadi staf khusus komunikasi oleh Prabowo, lantaran sebelumnya ia telah menjabat sebagai juru bicara BPN, Juru bicara partai sehingga masih diberi kepercayaan mengikuti Prabowo. Ia juga sempat mengutarakan perbedaannya saat menjadi juru bicara partai dengan staf khusus komunikasi.

“Beda jauh, sebenarnya kalo di kemenhan tidak banyak yang bisa dipublikasi.” Ujarnya.
 

 
Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme