Istana: Tangkap Dalang Teror di Medan

"Pemerintah tidak membiarkan aksi teror mampu mengganggu keamanan, ketenangan, dan produktivitas sosial ekonomi masyarakat. "

BERITA | NASIONAL

Rabu, 13 Nov 2019 12:44 WIB

Author

Dian Kurniati

Istana: Tangkap Dalang Teror di Medan

Detik-detik bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019). (CCTV)

KBR, Jakarta-  Istana Kepresidenan menegaskan pemerintah tak akan memberikan toleransi pada dalang peristiwa teror bom di kompleks Polrestabes Medan, Sumatra Utara. Presiden Joko Widodo juga memerintahkan polisi menangkap dan mengadili dalang pengeboman tersebut.

Juru bicara Jokowi, Fadjroel Rachman mengatakan, pemerintah menilai teror di Medan itu sebagai kejahatan dari kelompok tidak manusiawi.

"Pemerintah tidak membiarkan aksi teror mampu mengganggu keamanan, ketenangan, dan produktivitas sosial ekonomi masyarakat. Siapa pun individu yang menjadi rakyat Indonesia akan mendapatkan perlindungan keamanan sebaik mungkin dari negara," kata Fadjroel secara tertulis, Rabu (13/11/2019).

Fadjroel mengatakan, Indonesia sudah memiliki hukum yang kuat untuk mengadili pelaku dan dalang tindakan teror. Ia juga berkata, sistem pencegahan dan penanganan teror di kepolisian juga sudah baik, sehingga dalang teror di Medan akan segera terungkap.

Jokowi, kata Fadjroel, lantas memerintahkan Polri memperkuat pencegahan dan penanggulangan terorisme dengan melibatkan masyatakat. Menurutnya, kerja sama yang baik antara polisi dan masyarakat akan menghindarkan kejadian teror berulang.

Teror di Medan hari ini, menyebabkan terduga pelaku pengeboman tewas dan enam polisi terluka.  Polri menyelidiki jaringan terorisme pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara. Kata  juru bicara Polri, Dedi Prasetyo mengungkapkan, dugaan awal kasus ini adalah bom bunuh diri.

Dedi mengatakan, ada 4 anggota kepolisian, 1 pekerja harian lepas, dan 1 warga mengalami luka-luka ringan. Dedi mengatakan, inafis, labfor dan Densus 88 masih melakukan olah TKP.

"Partikel-partikel yang ditemukan di TKP akan diuji secara laboratorium forensik, ya untuk mengetahui jenis bomnya apakah high atau low explosive. demikian juga senyawa-senyawa yang digunakan oleh pelaku untuk merakit bomnya. Kemudian untuk Densus 88 setelah mengetahui identitas pelaku akan mengembangkan. Apakah pelaku ini merupakan jaringan JAD atau lone wolf," kata Dedi di Mabes Polri, Rabu (13/11/2019).

Jubir Polri, Dedi Prasetyo mengatakan, Polri akan berkoordinasi dengan instansi  terkait untuk mengungkap pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Majalah Time Menobatkan Greta Thunberg sebagai Person of the Year

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18