BPS: Cukai Rokok Naik 2020, Inflasi Tetap Terkendali

"Saya yakinlah dengan pengalaman yang panjang, inflasi akan terkendali selama tidak ada kebijakan yang mengagetkan," ujar Kepala Badan Pusat Statistik, Suhariyanto.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 01 Nov 2019 13:23 WIB

Author

Resky Novianto

BPS: Cukai Rokok Naik 2020, Inflasi Tetap Terkendali

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto (tengah) menyampaikan prediksi inflasi di Kantor BPS Jakarta, 1/11/2019. (Foto: KBR/ReskyNovianto)

KBR, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memperkirakan, kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen pada tahun 2020, tidak akan terlalu berdampak signifikan pada laju inflasi. 

Suhariyanto mengatakan, berdasarkan catatan BPS, setiap bulan komoditas rokok menjadi komponen yang biasa menjadi langganan penyumbang inflasi. Namun, selama ini sumbangannya tidak lebih besar dari komponen lainnya. Ia meyakini, inflasi tahun depan masih akan terkendali, meskipun cukai rokok naik pada tahun depan.

"Kita lihatlah di bulan Januari (2020). Kalau kita lihat naiknya 0,01 persen, tidak terlalulah kontribusi rokok itulah. Andilnya sekarang (Oktober 2019) 0,01. Kalau kita lihat di RKP (Rencana Kerja Pemerintah) tahun depan, angka inflasi kan dipatok lebih rendah karena pengalaman sejak tahun 2016 kesini kan, kita mampu mengendalikan 3-3,5 persen. Saya yakin lah dengan pengalaman yang panjang, inflasi akan terkendali selama tidak ada kebijakan yang mengagetkan," ucap Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, pada Jumat (1/11/2019).

Kepala BPS Suhariyanto menambahkan, kenaikan cukai rokok pastinya akan berperan mengatrol inflasi, disamping juga komoditas lainnya. 

Sebelumnya pemerintah menetapkan tarif cukai rokok sebesar 23 persen dan harga jual eceran sebesar 35 persen untuk 2020. Kenaikan cukai rokok yang sebesar 23 persen dan kenaikan harga jual eceran sebesar 35 persen mulai berlaku 1 Januari 2020, yang selanjutnya akan ditetapkan dalam peraturan menteri keuangan (PMK).

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar

Cegah Radikalisme Menag Akan Ganti Ayat-ayat Al Qur'an?

Kabar Baru Jam 15