Rocky Gerung Mangkir dari Pemeriksaan Polda Terkait Hoaks Ratna Sarumpaet

Polisi berencana menggali keterangan seputar alur penyebaran foto terkait kasus penyebaran kabar bohong atau hoaks dengan tersangka Ratna Sarumpaet.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 27 Nov 2018 15:05 WIB

Author

Dwi Reinjani

Rocky Gerung Mangkir dari Pemeriksaan Polda Terkait Hoaks Ratna Sarumpaet

Rocky Gerung saat menjadi pembicara seminar kebangsaan di Depok, Jabar, Jumat (5/10). (Foto: ANTARA)

KBR,Jakarta - Pengamat politik, Rocky Gerung mangkir dari pemeriksaan Polda Metro Jaya, Selasa (27/11/2018). Ia diperiksa sebagai saksi terkait dugaan kasus berita bohong dengan tersangka Ratna Sarumpaet.

Juru Bicara Polda Metro Jaya, Argo Yuwono mengatakan, Rocky beralasan sedang ada kegiatan lain sehingga meminta agenda pemeriksaan dijadwalkan ulang.

"Untuk Bapak Rocky Gerung melalui kuasa hukumnya untuk minta di-reschedule karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan," kata Argo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (27/11/2018).

Namun begitu Argo belum bisa memastikan waktu pemanggilan ulang Rocky Gerung. Saksi lain yang juga diperiksa adalah Wakil Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang. Ia hadir sejak pukul 11.00 WIB dan akan dimintai keterangan seputar alur penyebaran foto.

"Jadi sesuai agenda jam 14.00 untuk melakukan pemeriksaan berkaitan dengan adanya petunjuk jaksa di dalam berkas perkara tersangka RS kemudian setelah kami layangkan surat panggilan hari Jumat kemarin."

Baca juga: Polisi Perlu Keterangan Beberapa Saksi Lagi untuk Kasus Ratna Sarumpaet

Sebelumnya, polisi menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka penyebar kabar bohong atau hoaks. Polisi menahan Ratna sejak 5 Oktober 2018. Ia dijerat dengan pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Jerat pasal itu bermula dari ulah Ratna yang menyebarkan informasi bahwa dirinya dianiaya orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat pada 21 September. Kabar ini pun lantas mendapat respons dari Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo dan Cawapresnya dan pasangannya Sandiaga Uno, juga kawan politiknya.

Sehari setelah itu, Ratna mengaku berita penganiayaan itu adalah sebuah kebohongan. Pengakuan dibuat setelah hasil penyelidikan polisi mengungkap bahwa pada tanggal tersebut Ratna berada di RS Bina Estetika Menteng. Dalam pengakuan itu Ratna berterus terang bahwa lebam itu karena efek operasi sedot lemak.

Baca juga: Presiden KSPI Dipanggil Polisi Terkait Hoaks Ratna Sarumpaet 



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17