Bank Indonesia Naikkan Bunga Acuan Jadi 6 Persen

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan langkah penaikan diambil guna menurunkan defisit transaksi berjalan (CAD) ke batas aman.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 15 Nov 2018 23:59 WIB

Author

Resky Novianto

Bank Indonesia Naikkan Bunga Acuan Jadi 6 Persen

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo usai memberikan keterangan terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (15/11/2018). (Foto: ANTARA/ M Adimaja)

KBR, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) sepakat menaikkan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6 persen.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan langkah tersebut diambil untuk menurunkan defisit transaksi berjalan (CAD) ke batas aman yakni di bawah 3 persen. Langkah menaikkan suku bunga juga dilakukan guna memperkuat daya tarik aset keuangan domestik.

"Dengan mempertimbangkan perkembangan baik global, ekonomi, domestik, neraca pembayaran, inflasi, nilai tukar, stabilitas sisi keuangan, dan juga sistem pembayaran tersebut. Rapat dewan Gubernur Bank Indonesia pada 14-15 November 2018, memutuskan untuk menaikkan BI 7-Days Reverse Repo rate sebesar 25 basis poin menjadi 6%," ucap Perry saat konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Kamis (15/11/2018).

Perry juga menyampaikan suku bunga deposit facility naik 25 bps menjadi 5,25 persen dan lending facility naik 25 bps menjadi 6,75 persen. Kemudian, defisit neraca transaksi berjalan (CAD) pada triwulan III-2018 melebar menjadi US$ 8,8 miliar atau setara 3,37% dari PDB.

"Itu lebih tinggi dibandingkan dengan divisi triwulan sebelumnya yang sebesar US$ 8 miliar atau 3,02% PDB," imbuhnya.

Sementara itu Perry menambahkan, penurunan kinerja ekspor sejalan dengan permintaan global yang melemah. Hal tersebut juga terjadi di tengah impor yang tumbuh tinggi akibat kuatnya permintaan domestik. 

"Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2018 tumbuh cukup baik yaitu sebesar 5,17% year-on-year didukung oleh permintaan domestik yang kuat, namun lebih lambat dari ekonomi pada triwulan II-2018 yang sebesar 5,27%. Permintaan domestik tumbuh 6,4% di triwulan III-2018, dibandingkan pertumbuhan triwulan II-2018 yang sebesar 6,35%."

Sepanjang 2018 ini hingga November, BI telah menaikkan suku bunga sebanyak 6 kali sebesar 175 basis poin. Sebelumnya pada September, BI menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. BI bakal mengoptimalkan bauran kebijakan guna menjaga stabilitas ekonomi, termasuk menjaga defisit transaksi berjalan sebesar 2,5 persen dari PDB pada 2019.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.