Alasan Pemerintah Hapus Pungutan Sawit

"Pemerintah lihat kita turunin dulu enam bulan ke depan. Presiden lihat ke rakyat kecil saja. Kita lihat bagaimana respons dari market."

BERITA , NASIONAL

Senin, 26 Nov 2018 23:16 WIB

Author

Ria Apriyani

Alasan Pemerintah Hapus Pungutan Sawit

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pemerintah menghapus pungutan bagi produk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO)  dan seluruh turunannya. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan  mengatakan kebijakan ini berlaku sementara karena tren harga sawit terus menurun.

"Pemerintah lihat kita turunin dulu enam bulan ke depan. Presiden lihat ke rakyat kecil saja. Kita lihat bagaimana respons dari market," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (26/11/2018).

Sepekan terakhir, harga CPO anjlok dari 530 Dollar Amerika ke 420 Dollar Amerika per ton. Luhut mengklaim penghapusan pungutan tersebut untuk membantu para petani sawit.

Selama ini, pemerintah menerapkan pungutan bagi produk sawit dan turunannya sebesar US$ 50 per ton bagi produk sawit.

Keputusan penghapusan itu diumumkan Menko Perekonomian Darmin Nasution  di kantornya. Kata Darmin, kebijakan tersebut akan dievaluasi kembali jika harga CPO dunia kembali mencapai US$ 500.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.