100an Juta Serangan Siber Paling Banyak Serang Web Pemerintah

Serangan-serangan siber sepanjang Januari hingga Juni 2018 lebih banyak menyasar website-website pemerintah.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 20 Nov 2018 14:51 WIB

Author

May Rahmadi

100an Juta Serangan Siber Paling Banyak Serang Web Pemerintah

Ilustrasi. (Foto: Ivan David Gomez Arce/Flickr/Creative Commons)

KBR, Jakarta - Sebanyak seratusan juta lebih serangan siber sepanjang Januari hingga Juni 2018 lebih banyak menyasar website-website pemerintah. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bagian Komunikasi Publik Badan Siber dan Sandi Negara Lukman Nul Hakim. BSSN juga mencatat ada beberapa perusahaan terbuka yang banyak mendapat serangan siber.

Lukman menyebut, serangan umumnya berupa anonymous atau tidak bernama dan tidak menggunakan alamat IP sendiri. Karena itu kata dia, sukar dipastikan dari mana asal serangan.

"Selama ini memang serangan-serangan itu banyak menyerang site-site government yang di belakangnya gov.id. Yang bisa ngontroll itu dari Pusat Operasi Kendali Sistem Keamanan BSSN. Tapi kebanyakan kalau di dunia siber itu banyak yang anonymous. Artinya kalau  terlihat serangan dari luar negeri, bisa jadi itu dari dalam negeri sendiri," kata Lukman kepada KBR, Selasa (20/11/2018).

Data dari Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional BSSN yang diterima KBR menunjukkan, ada lebih dari 143 juta serangan siber sepanjang Januari hingga Juni 2018. Serangan yang terekam selama enam bulan itu kebanyakan berupa virus Malware. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tercatat paling banyak mendapat serangan.

Baca juga: BSSN Sebut Hingga Juni Terjadi 143 Juta Serangan Siber

Secara sederhana, Lukman menjelaskan, virus Malware bekerja dengan cara mengirimkan file. Kemudian, apabila file itu terunduh maka virus akan secara otomatis menginfeksi sistemnya.

"Pada saat terinfeksi secara otomatis akan mengambil data. Itu untuk pencurian data. Penyerangan ini kan bisa mengambil data atau mengubah data di website itu sendiri."

Tidak hanya itu, virus Malware juga bisa merusak sistem data. Lukman melanjutkan, bila sistem tersebut terhubung dalam jaringan Local Area Network maka virus pun bakal menyebar.

Data BSSN tersebut nantinya bakal menjadi dasar rekomendasi kepada instansi yang mendapatkan serangan siber. Rekomendasi itu guna meningkatkan keamanan instansi pemerintah di area siber.

Lukman menjelaskan, BSSN menyoroti serangan siber ini ke tiga sektor. Selain sektor pemerintahan, BSSN juga meneliti infrastruktur informasi digital dan sektor ekonomi digital.

Baca juga: Cegah Serangan Siber, Instansi Pemerintah Diminta Bentuk CSIRT 




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.