Share This

Konten Pornografi di Whatsapp, Kominfo Ancam Blokir

"Notice Senin dini hari dan Senin pagi tadi. Rabu harusnya mereka merespon. Kalau tidak ada tanggapan, kita blokir,"

BERITA , NASIONAL

Senin, 06 Nov 2017 18:36 WIB

Ilustrasi

KBR, Jakarta- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir enam domain name system (DNS) Tenor.com selaku penyedia konten berbentuk GIF pada platform media sosial WhatsApp. Dirjen Aplikasi dan Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, langkah ini merupakan tindak lanjut laporan masyarakat yang mengeluhkan banyaknya konten pornografi yang bisa diakses bebas di aplikasi percakapan itu.

Enam DNS yang telah diblokir adalah tenor.com, api.tenor.com, blog.tenor.com, qa.tenor.com, media.tenor.com, media1.tenor.com.

Ia berharap pihak WhatsApp  juga aktif menghapus konten-konten yang dimaksud.

"Ini adalah konten dari pihak ketiga. Kami diminta kontak pihak ketiga. Kita terima mau terima itu aja. Kita sudah lakukan blokir untuk pihak ketiganya tapi mereka pun harus lakukan secara aktif untuk melakukan take down. Minimal konten-konten itu tidak dapat diakses dari Indonesia," kata Semuel dalam konferensi pers di kantornya, Senin (6/11/2017)

Semuel menambahkan, Kominfo juga telah menghubungi Facebook  selaku pemilik platform WhatsApp. Kata dia, Kementerian mengirimkan tiga kali permohonan (notice) agar WhatsApp memblokir konten-konten yang diprotes. Apabila dalam waktu dua hari tidak ada tindakan apapun, maka Kementerian mengancam akan memblokir WhatsApp

"Notice Senin dini hari dan Senin pagi tadi. Rabu harusnya mereka merespon. Kalau tidak ada tanggapan, kita blokir," tuturnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.