PPP Kaget Menteri Agama Dijabat Eks-TNI

"Pak Jokowi mungkin memiliki agenda tertentu yang memandang atau melihat sosok pak Fachrul Razi "

BERITA | NASIONAL

Kamis, 24 Okt 2019 13:46 WIB

Author

Heru Haetami

PPP Kaget Menteri Agama Dijabat Eks-TNI

Bekas Wakil Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). (Foto: Antara/Puspa P.)

KBR, Jakarta- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi mengaku kaget atas keputusan Presiden Joko Widodo memilih Fachrul Razi sebagai Menteri Agama dalam kabinet kerja 2019-2024.

Kendati ia mengaku memahami pilihan Jokowi menunjuk menteri agama dari unsur militer. Menurutnya, Jokowi telah mempertimbangkan keputusaannya menarik Fachrul Razi sebagai menteri agama.

"Saat ini penunjukan pak Fachrul Razi itu memang cukup mengagetkan. Tetapi kita bisa memahami Pak Jokowi mungkin memiliki agenda tertentu yang memandang atau melihat sosok pak Fachrul Razi tepatlah di situ," kata Baidowi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Sementara itu, Baidowi menyebut Nahdatul Ulama (NU) yang langganan mendapat jatah menteri agama itu, tidak permasalahkan saat ini organisasinya yang tidak mendapatkan kursi menteri.

"Yang jelas Pak Fachrul Razi agamanya Islam. Itu yang dasar dulu. Persoalan mewakili kelompok manapun sebenarnya kita punya sejarah. Ada juga menteri yang bukan NU," kata Baidowi

Rabu (23/10/2019) kemarin, Jokowi melantik 34 menteri pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024, yang terdiri dari empat menteri koordinator dan 30 menteri teknis.

Jokowi menunjuk Fachrul Razi seorang purnawirawan TNI menggantikan Lukman Hakim Saifuddin politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), untuk mengemban jabatan Menteri Agama dalam kabinet kerja lima tahun kedepan.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik