Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin, Ini Pesan Ketum PP Muhammadiyah

seluruh rakyat Indonesia legowo dengan dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin

BERITA | NASIONAL

Minggu, 20 Okt 2019 15:25 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin, Ini Pesan Ketum PP Muhammadiyah

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Foto: KBR)

KBR, Purwokerto – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir berharap seluruh rakyat Indonesia legowo dengan dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin.

Menurut Haedar Nashir, presiden dan wakil presiden terpilih dalam pemilu konstitusional adalah pilihan rakyat Indonesia, dan bukan milik sebuah golongan, terlepas dari perbedaan politik pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, yang selesai begitu Pemilu usai.

Haedar juga berharap Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi-Ma'ruf Amin menjalankan amanah rakyat Indonesia dan membangun pemerintahan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Haedar juga berharap pemerintah mau mendengar masukan dan aspirasi rakyat, untuk perbaikan Indonesia yang lebih baik.

“Muhammadiyah menyampaikan selamat menjalankan amanah, dan menjadi pemerintah untuk seluruh rakyat Indoesia, bukan untuk satu golongan, bukan untuk satu kelompok. Tentu pemerintah juga harus mendengarkan masyarakat dan aspirasi. Dengan harapan, selalu ada perbaikan-perbaikan,” kata Haedar Nashir, di Purwokerto, kemarin.
 
Haedar meminta agar pemerintah tidak melarang kritik. Namun, katanya, kritikan atau dukungan kepada pemerintah tetap dalam konteks satu keluarga besar bangsa Indonesia.

Saat ini, Muhammadiyah selalu mengedapankan politik kebangsaan, karena sejak prakemerdekaan, Muhammadiyah selalu terlibat aktif dalam politik kebangsaan hingga konfrontasi fisik dengan penjajah.

"Antara lain dengan gerakan Asykar Perang Sabil, di Yogyakarta dan Jawa Tengah," pungkasnya.


Editor: Kurniati Syahdan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik

Hari Pneumonia Sedunia, Mari Cegah Pneumonia pada Anak

Kabar Baru Jam 15