Pelaku Penembakan Mahasiswa, Ombudsman: Sanksi Disiplin Saja Tidak Cukup!

"Ada enam orang yang terperiksa. Kabarnya minggu ini akan disidangkan disiplin, sidang disiplin ya."

BERITA | NASIONAL

Senin, 14 Okt 2019 10:28 WIB

Author

Lea Citra

Pelaku Penembakan Mahasiswa, Ombudsman: Sanksi Disiplin Saja Tidak Cukup!

Sejumlah mahasiswa menyalakan lilin di lokasi tertembaknya dua rekannya di Jl Abdul Silondae, Kendari, Sultra, Kamis (10/10/2019). (Foto: ANTARA/Jojon)

KBR, Jakarta - Lembaga Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Tenggara mendesak kepolisian menuntaskan proses hukum pidana terhadap enam anggota polisi di Kendari yang terkait kematian dua mahasiswa Universitas Halu Oleo.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Tenggara Mastri Susilo menilai sanksi disiplin saja bagi tersangka pelaku takkan cukup. Mastri mengatakan pelaku juga harus ditangkap dan dipidana. Menurut Mastri pemberian sanksi disiplin saja tidak adil.

"Ada enam orang yang terperiksa. Kabarnya minggu ini akan disidangkan disiplin, sidang disiplin ya. Sidang disiplin terkait kesalahan prosedur, karena membawa senjata api dalam pengamanan unjuk rasa. Ketika pro justitia berjalan, uji balistik sudah dilakukan, dan ditemukan siapa pelaku dari penembakan korban Randi dan Yusuf. Itu pelaku harus diberikan hukuman yang sesuai peraturan perundang-undangan," kata Mastri Susilo kepada KBR, Minggu (13/10/2019).

Baca juga:

Kepala Ombudsman Perwakilan Sultra Mastri Susilo mengatakan proses hukum dan penyelidikan pelaku masih belum jelas.

Ia mendesak kepolisian terbuka terkait penyelidikan pelaku penembakan mahasiswa di Kendari. Bahkan Mastri masih mempertanyakan, kenapa uji balistik di lakukan di luar negeri.

"Mesti ada klarifikasi dari kepolisian, terserah dari Polda atau Mabes Polri, kenapa ada perubahan tempat uji balistik? Dari Makassar tiba-tiba dipindah ke Belanda dan Australia. Itu harus ada penjelasanya.  Apa alasannya? Apakah selongsong dan proyektil itu akan dilakukan uji balistik di Makassar, itu disampaikan ketika kita koordinasi awal pada Tim Reskrim," ujarnya.

Mastri menilai, kepolisian tak serius menyelidiki kasus ini hingga tuntas. Sebab, kata Mastri, penyelidikan terhadap pelaku berjalan lamban.

Ia mengatakan Ombudsman Sultra masih mempertimbangkan kemungkinan untuk terlibat penyelidikan pelaku penembakan mahasiswa itu, jika nanti kepolisian tak kunjung mengungkap siapa pelakunya.

Mastri mengatakan, Ombudsman Sultra masih membahas solusi penuntasan kasus penambakan mahasiswa di kendari dengan Ombudsman RI.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik