Menteri Susi Serahkan Revisi UU Perikanan ke Kabinet Baru

“Saya lebih baik menunda rencana revisi. Kalau tergesa-gesa, hasilnya tidak sesuai dengan keinginan kita yang ingin melindungi kepentingan Indonesia,” kata Susi.

BERITA | NASIONAL

Senin, 07 Okt 2019 12:42 WIB

Author

Edho Sinaga

Menteri Susi Serahkan Revisi UU Perikanan ke Kabinet Baru

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Jakarta, (9/9/2019). (Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari)

KBR, Pontianak - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan rencana penundaan revisi Undang-undang Perikanan.

Susi mengatakan revisi belum mendesak untuk dilakukan. Menurutnya, revisi undang-undang tak bisa dilakukan tergesa-gesa karena menyangkut hajat hidup para nelayan.

“Saya lebih baik menunda rencana revisi. Kalau tergesa-gesa, hasilnya tidak sesuai dengan keinginan kita yang ingin melindungi kepentingan Indonesia,” kata Susi saat ditemui usai penenggelaman 21 satu kapal illegal di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (7/10/2019).

Baca juga:


Susi berharap, kabinet pemerintahan yang akan datang bisa melakukan revisi Undang-undang Perikanan. Ia menekankan perubahan pada undang-undang tersebut haruslah berpihak kepada kedaulatan laut Indonesia.

Salah satunya dengan mengubah regulasi agar dalam proses hukum pencurian ikan (illegal fishing) Indonesia bisa menjerat korporasi.

Menurut Susi, selama ini Indonesia belum bisa menyentuh cukong pemilik kapal asing pencuri ikan.

“Sekarang ini yang kita tangkap kan nahkoda. Kalau ada revisi kita berharap nanti bisa menangkap korporasi,” katanya.

Menteri Susi Pudjiastuti menenggelamkan 21 Kapal Ikan Asing (KIA) di perairan Tanjung Datuk, Pontianak, Minggu (6/10/2019). Kapal-kapal yang ditenggelamkan itu merupakan hasil tangkapan sejak 2016 hingga 2019.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18