Menteri Agama: Cadar Bukan Ukuran Ketakwaan

“Cadar itu, seperti saya bilang, tidak ada dasar hukumnya di Al-Quran dan di Hadist menurut pandangan kami. Tapi kalau orang mau pakai (cadar) itu silakan. Dan itu bukan ukuran ketakwaan orang.”

BERITA | NASIONAL

Kamis, 31 Okt 2019 17:51 WIB

Author

Adi Ahdiat

Menteri Agama: Cadar Bukan Ukuran Ketakwaan

Menteri Agama Fachrul Razi bersiap foto bersama usai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Menteri Agama (Menag) Jenderal (Purn) Fachrul Razi, menyebut penggunaan busana cadar tidak berhubungan dengan kualitas keagamaan seseorang.

“Cadar itu, seperti saya bilang, tidak ada dasar hukumnya di Al-Quran dan di Hadist menurut pandangan kami. Tapi kalau orang mau pakai (cadar) itu silakan. Dan itu bukan ukuran ketakwaan orang,” kata Menag Fachrul di situs resminya, Kamis (31/10/2019).

Meski berpandangan demikian, Fachrul menegaskan dirinya tak pernah melarang penggunaan cadar di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ndak, belum pernah ngomong seperti itu (melarang cadar). Kalau melarang-larang kan bukan tugas Menag,” kata Fachrul.

Hanya saja, menurutnya, semua tamu instansi pemerintahan memang harus menunjukkan wajah, untuk alasan keamanan.

“Kalau tamu masuk instansi pemerintah, itu urusan aparat hukum. Saya merekomendasikan yang tidak boleh masuk ke instansi pemerintah itu satu mengenakan helm tertutup, kedua mukanya nggak kelihatan,” tuturnya.


Menag Tolak Khilafah

Selain bicara soal cadar, Menag Fachrul Razi juga menegaskan penolakannya terhadap organisasi masyarakat (ormas) yang mengusung ideologi khilafah.

“Kita tidak menyebut satu persatu (ormasnya). Tapi bila mengusung khilafah, kami rekomendasikan untuk mencabut izinnya,” kata Menag Fachrul di situs resminya, Kamis (31/10/2019).

Menag juga mengingatkan bahwa saat ini seluruh kementerian dan lembaga pemerintahan Indonesia harus berkomitmen menangkal radikalisme.

"Seperti telah disampaikan Presiden, masalah radikalisme adalah prioritas bagi kita semua. Bukan hanya jadi prioritas Kementerian Agama, tapi seluruh kementerian dan lembaga yang ada. Maka kita mesti punya kesamaan sikap untuk ini," kata dia.

"Jangan sampai kita lihat ada aparat yang tidak bersikap siap saat menyanyikan Indonesia Raya. Ini harus punya komitmen bersama. Perlu ketegasan bersama," katanya lagi.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik

Hari Pneumonia Sedunia, Mari Cegah Pneumonia pada Anak

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14