KPK Identifikasi Hoaks Terkait Novel dan Anies

"Kami melihat ada upaya pihak-pihak tertentu untuk terus menyerang Novel dengan fitnah, dan isu yang kami lihat itu adalah isu bohong yang disebarkan sedemikian rupa. KPK sudah identifikasi."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 04 Okt 2019 09:58 WIB

Author

Muthia Kusuma

KPK Identifikasi Hoaks Terkait Novel dan Anies

Penyidik KPK Novel Baswedan berorasi saat mahasiswa aksi mendukung KPK di pelataran Gedung Merah Putih Kamis (12/9). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai beredarnya gambar dan foto penyidik KPK Novel Baswedan bersama Gubernur Anies Baswedan sebagai bentuk serangan. Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, penyebaran informasi bohong itu dapat membentuk wacana negatif tentang KPK dan Novel Baswedan.

Kata Febri, keterangan foto pertama “Tanda Bukti Penerimaan Laporan/Informasi Dugaan TPK”  dengan foto Anies dan Novel tidak ada keterkaitan.

"Kami melihat ada upaya pihak-pihak tertentu untuk terus menyerang Novel dengan fitnah, dan isu yang kami lihat itu adalah isu bohong yang disebarkan sedemikian rupa. KPK sudah identifikasi dan klarifikasi kepada publik," ucap Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, (3/10/2019). 

Febri mengatakan bahwa foto Novel dan Anies Baswedan diambil seusai menunaikan salat di sebuah masjid pada awal Juni 2017. Saat itu Novel masih dalam proses perawatan mata setelah operasi di Singapura akibat serangan teror dengan air keras.

Atas kejadian teror tersebut, Novel mendapat perhatian banyak pihak yang mengunjungi atau membesuk Novel di Singapura, termasuk Anies Baswedan yang masih memiliki hubungan saudara dengan Novel. KPK pun menegaskan bahwa hubungan kekerabatan antara Novel dengan Anies tidak memengaruhi penanganan perkara di KPK.

Hoaks berikutnya adalah foto Novel yang sedang mengantri di bandara dengan kicauan seolah Novel hendak pergi untuk jalan-jalan. Kata Febri, saat itu Novel tengah bersiap berobat.

"Kedua, foto Novel di bandara saat ia akan berangkat ke Singapura untuk melakukan pengobatan mata. Kami tegaskan, saat itu sejak 19 September 2019 Novel melakukan pengobatan di sebuah klinik di Singapura. Saat itu dilakukan CT Scan terhadap mata Novel dan ditemukan pendarahan dalam retina, sehingga perlu dilakukan beberapa tindakan. Hal ini berpengaruh terhadap penglihatan Novel," jelas Febri kepada wartawan.

Kemudian, KPK menyoroti adanya edaran hoaks yang beredar saat pansus Angket berjalan. Salah satunya, terkait keterangan salah satu tersangka di KPK yang terkait dengan kasus suap terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi. Hoaks tersebut menyebut seolah-olah ada seseorang yang menyerahkan indekos 50 kamar di Bandung sebagai tukar guling perkara.

"Kami percaya masyarakat akan hati-hati dan rasional dalam mencerna Informasi yang beredar, apalagi saat ini Informasi palsu dengan berbagai cara diproduksi untuk tujuan-tujuan yang tidak benar," pungkas Febri.

 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Geliat Feminis Membangun Demokrasi

Geliat Feminis Membangun Demokrasi

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13