Jadi Menag, Fachrul Yakin Pengalamannya di TNI Bisa Atasi Radikalisme

"Kita bisa memahami Pak Jokowi mungkin memiliki agenda tertentu yang memandang atau melihat sosok pak Fachrul Razi "

BERITA | NASIONAL

Kamis, 24 Okt 2019 07:52 WIB

Author

Dwi Reinjani

Jadi Menag, Fachrul Yakin Pengalamannya di TNI Bisa Atasi Radikalisme

Bekas Wakil Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). (Foto: Antara/Puspa P.)

KBR, Jakarta- Menteri Agama, Fachrul Razi mengatakan pengalamannya sebagai TNI bisa membantunya menyelesaikan masalah radikal yang tumbuh di masyarakat. Hal itu lantaran penyelesaian radikal tidak diatasi dari akar.

kata dia, selama ini kementerian agama terlihat tidak begitu fokus dalam menangani masalah radikalisme. Fahrul berharap di tangannya kementerian agama mengambil peran penting dari pemberantasan radikalisme.

“Karena latar belakang mungkin ada beberapa pengalaman saya yang lebih  banyak. Saya dalam lakukan Bintal (pembinaan mental) kan di Kodam, di Kodim,  saya banyak sekali berhubungan. Setiap ada masalah benturan, saya selesaikan dengan aspek agama. Kalau saya kira radikalisme bukan hanya pak Jokowi, semua kita khawatir. Saya kira semua bangsa Indonesia melihatnya sama, satu ancaman yang perlu diwaspadai. (Berarti masalah radikalisme jadi poin utama?) Tidak dibilang poin utamalah.” Ujar Fachrul, di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (23/10/2019).

Namun Fachrul sadar memberantas radikalisme tidak mudah, maka dari itu ia akan mempelajari dan melakukan pemetaan terlebih dahulu. Ketika gambaran atau peta radikalisme telah dia dapatkan maka terobosan-terobosan baru untuk mengatasi paham tersebut bisa direalisasikan.

“Kita lihat dulu ancaman utamanya apa. Jadi tidak bisa, belum lihat atau periksa pasien umpamanya, lalu bilang obatnya begini.” Ujarnya.

Ia menambahan jika terobosan untuk radikalisme telah ia dapatkan makakemeneriannya tidak akan main-main lagi dalam menangani penyebaran radikalisme tersebut di masyarakat. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13