Jadi Ketua MPR Ini Rencana Bamsoet

"Melakukan kajian lebih mendalam mengenai substansi dan bentuk hukum, termasuk membangun konsensus politik yang memungkinkan ditetapkannya dalam ketetapan MPR,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 04 Okt 2019 09:32 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Jadi Ketua MPR Ini Rencana Bamsoet

Ketua MPR terpilih Bambang Soesatyo (tengah) memberi salam dalam Sidang Paripurna MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  MPR masa bakti 2019-2024 memberi sinyal bakal menyusun  Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dalam lima tahun mendatang. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, penyusunan haluan negara itu berdasarkan pada memori rekomendasi yang diberikan oleh MPR periode sebelumnya. 

"Muatan rekomendasi tersebut antara lain pokok-pokok haluan negara untuk melakukan kajian lebih mendalam mengenai substansi dan bentuk hukum, termasuk membangun konsensus politik yang memungkinkan ditetapkannya dalam ketetapan MPR," kata Bamsoet dalam pidato pertamanya sebagai Ketua MPR, Kamis (03/10) malam.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menambahkan, MPR juga akan melakukan kajian penataan sistem ketatanegaraan yang meliputi penataan kewenangan MPR, penataan kewenangan DPD, penataan sistem presidensial, penataan kekuasaan kehakiman, dan penataan sistem hukum dan peraturan perundang-undangan berdasarkan Pancasila.

Untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut, MPR kata dia, membentuk badan-badan yang terdiri atas badan sosialisasi, badan pengkajian, badan penganggaran, serta unsur pendukung tugas MPR yaitu komisi kajian ketatanegaraan.

Pembahasan soal GBHN juga sempat disinggung Ketua Fraksi MPR Gerindra, Ahmad Riza Patria, sesaat sebelum mengumumkan pilihan politiknya dari Ahmad Muzani ke Bamsoet. Menurut Riza, fraksinya mendukung adanya pembahasan GBHN dalam MPR masa bakti ini.

"Untuk memastikan tugas fungsi dan wewenang MPR dapat berjalan sebaik-baiknya pada periode mendatang, untuk memastikan amandemen UUD 1945 terbatas dapat terlaksana, untuk memastikan GBHN juga dapat terlaksana dengan baik, dan memastikan empat pilar MPR RI dapat diimplementasikan dengan baik," ujarnya.

Sebelumnya, wacana penyusunan GBHN muncul saat Kongres V PDI Perjuangan awal Agustus lalu. Kemudian penyusunan GBHN juga masuk ke dalam muatan rekomendasi MPR periode 2019-2024.

Bambang Soesatyo (Bamsoet) dari Partai Golkar terpilih sebagai Ketua MPR RI periode 2019-2024 melalui musyawarah mufakat dalam sidang paripurna yang dihadiri 647 anggota, Kamis (3/10/2019) malam. Terpilihnya Bamsoet tak lepas dari sikap politik Partai Gerindra yang melunak di detik-detik akhir.

Awalnya Gerindra bersikeras  mengusung Ahmad Muzani sebagai calon Ketua MPR. Namun keinginan Gerindra tak mendapat dukungan dari delapan fraksi lainnya di MPR dan juga DPD.

Setelah sidang diskors hampir satu jam, akhirnya Gerindra melalui ketua fraksinya Ahmad Riza Patria melunak dan memilih mengusung Bamsoet untuk duduk di kursi MPR 1.

"Kami fraksi Partai Gerindra sudah sepakat dan setuju mengusung Bapak Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR RI Periode 2019-2024," ujar Riza Patria disambut tepuk tangan anggota MPR lainnya.

Usai terpilih secara aklamasi, Bamsoet bersama wakil ketua MPR lainnya langsung dilantik dan diambil sumpah jabatan oleh Ketua Mahkamah Agung.

Sembilan Wakil Ketua MPR yakni Ahmad Basarah dari PDIP, Ahmad Muzani dari Gerindra, Lestari Moerdijat dari NasDem, Jazilul Fawaid dari PKB, Syarief Hasan dari Demokrat, Hidayat Nur Wahid dari PKS, Zulkifli Hasan dari PAN, Arsul Sani dari PPP, dan  Fadel Muhammad dari DPD.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18