IndonesiaLeaks: Bukti Baru Buku Merah

Perusakan buku merah ini terekam CCTV pada Jumat, 7 April 2017. Pada empat hari kemudian, yaitu Selasa, 11 April 2017, penyidik KPK Novel Baswedan disiram air keras hingga satu matanya buta.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 17 Okt 2019 13:43 WIB

Author

IndonesiaLeaks

Penyidik KPK penghapus Buku Merah

Tangkapan layar video rekaman CCTV yang diduga sebagai upaya merusak buku merah. (Sumber: Indonesialeaks)

KBR, Jakarta- IndonesiaLeaks  pada Kamis (17/10/2019) ini merilis cuplikan video CCTV yang disebut memperlihatkan saat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga tengah merusak barang bukti. Barang bukti yang dirusak terkait kasus suap uji materi Undang-undang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Video CCTV itu total berdurasi 1 jam 48 menit 58 detik, berisi rekaman video kamera pengawas ruang kolaborasi di lantai 9 Direktorat Penyidikan KPK, Jakarta.  Ketika dikonfirmasi kepada sumber di KPK, dia membenarkan itu ruangan di kantor KPK.

Lihat: Detik-detik Perusakan Buku Merah

Di video terlihat  penyidik, antara lain Ardian Rahayudi, Rufriyanto Maulana Yusuf, Roland Ronaldy, Harun dan dua penyidik dari perkara lain. Di situ tampak Roland dan Harun memeriksa buku merah, duduk memunggungi CCTV dan menunduk di balik meja. Belum ada konfirmasi dari KPK apakah orang-orang dalam rekaman itu adalah penyidik KPK.

Nama-nama tersebut sudah dikonfirmasi oleh Indonesialeaks namun menolak membenarkan atau membantahnya. Mereka mempersilakan menanyakan langsung kepada institusinya, KPK. 

Lihat: Bukti Baru Buku Merah   

Buku merah itu berisi catatan keluar masuknya uang, terkait kasus dugaan suap oleh pengusaha impor daging Basuki Hariman dan sekretarisnya, Ng Fenny, terhadap Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar. Di situ ada juga detail catatan dan riwayat aliran dana dari Basuki Hariman kepada sejumlah pejabat.

Ada 68 catatan transaksi yang diduga suap kepada sejumlah orang dari berbagai instansi. Di sana tertulis nama “Kapolda Tito Karnavian” yang menerima setoran sedikitnya delapan kali dengan total setoran Rp 7,2 miliar. Tito yang dikonfirmasi menolak menjawab soal keberadaan namanya dalam buku itu. (Baca selengkapnya "Skandal Buku Merah" di sini).

Perusakan buku merah ini terekam CCTV pada Jumat, 7 April 2017. Pada empat hari kemudian, yaitu Selasa, 11 April 2017, penyidik KPK Novel Baswedan disiram air keras hingga satu matanya buta.

Lihat: Detik-detik Penyerangan Terhadap Novel

Wawancara IndonesiaLeaks dengan penyidik KPK, Novel Baswedan juga menunjukkan kalau pernah ada pertemuan antara Novel dengan Kapolri Tito Karnavian pada Selasa, 4 April 2017 atau sepekan sebelum penyerangan. Dalam pertemuan itu Novel menjelaskan kalau tidak ada satgas khusus di KPK yang menarget Kapolri.

Belum ada keterangan dari Tito ataupun pejabat di Mabes Polri yang mengkonfirmasi pertemuan tersebut. IndonesiaLeaks sudah berkali-kali mencoba mengonfirmasi perihal pertemuan 4 April tersebut kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Permintaan wawancara untuk mengkonfirmasi hal ini sudah dikirim pada 28 Agustus 2019 sekitar Pukul 13.13 WIB. Tak ada respon dari Mabes Polri, selain tanda terima dari Sekretariat Umum.

Bertepatan dengan hari pertemuan  itu penyidik KPK yang menangani kasus  suap uji materi Undang-undang Peternakan dan Kesehatan Hewan  dijambret tas yang berisi perlengkapan kerjanya.

Penulis: Indonesia Leaks

Editor: Indonesia Leaks


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12