Indonesia Ekspor Pesawat CN235 ke Nepal

"Penggunaan pesawat produksi Indonesia oleh Angkatan Darat Nepal ini semakin mengukuhkan kepercayaan dunia atas karya anak bangsa."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 31 Okt 2019 14:13 WIB

Author

Adi Ahdiat

Indonesia Ekspor Pesawat CN235 ke Nepal

Pesawat CN235-220 buatan PT Dirgantara Indonesia. (Foto: www.kemenkeu.go.id)

KBR, Jakarta - Indonesia baru saja mengekspor pesawat CN235-220 ke Nepal. Pesawat dikirim dari Bandung Jawa Barat, Rabu (30/10/2019). Kiriman pesawat dijadwalkan tiba di Nepal pada Sabtu (2/11/2019). 

⁣Pesawat CN235-220 dibuat oleh badan usaha milik negara PT. Dirgantara Indonesia (PTDI), satu-satunya industri pesawat terbang di Indonesia yang didirikan mendiang BJ Habibie. Pesawat ini dibanderol seharga US$30,5 juta atau sekitar Rp427 miliar.

"Penggunaan pesawat produksi Indonesia oleh Angkatan Darat Nepal ini semakin mengukuhkan kepercayaan dunia atas karya anak bangsa," kata Dirut PTDI Elfien Goentoro pada acara pelepasan pesawat di Bandung, seperti dikutip Antara, Rabu (30/10).

"Nepal adalah negara ke-23 di dunia dan ke-2 di Asia Selatan yang menggunakan CN235 setelah Pakistan," ujar Elfien.


Keunggulan CN235-220

Pesawat CN235-220 yang diekspor ke Nepal adalah pesawat multifungsi berkapasitas 48 penumpang.

Menurut keterangan PTDI, pesawat tersebut bisa digunakan untuk misi militer seperti pengintaian udara, patroli maritim, dan transportasi pasukan bersenjata.

Salah satu keunggulan pesawat CN235-220 adalah multihop capability fuel tank. Dengan teknologi itu, pesawat tidak perlu mengisi ulang bahan bakar untuk melanjutkan penerbangan ke rute berikutnya.

Pesawat ini diklaim mampu lepas landas dan melakukan pendaratan di landasan pendek, sehingga bisa dipakai untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil.


Negara-Negara Pembeli Pesawat Indonesia

Menurut keterangan PTDI, hingga kini PTDI telah memproduksi 68 unit pesawat CN235 untuk operator dalam negeri maupun luar negeri.

Operator dalam negeri yang menggunakan pesawat CN235 series adalah TNI Angkatan Udara (AU) dan TNI Angkatan Laut (AL). Sedangkan operator luar negerinya adalah:

  • Thailand
  • Malaysia
  • Brunei Darussalam
  • Korea Selatan
  • Pakistan
  • Uni Emirat Arab
  • Nepal

Kata Dirut PTDI Elfien Goentoro, saat ini PTDI juga sedang memproduksi beberapa pesawat lain untuk diekspor ke Senegal dan Thailand.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik

Hari Pneumonia Sedunia, Mari Cegah Pneumonia pada Anak

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14