DPR Sahkan Idham Aziz Sebagai Kapolri

"Apakah laporan Komisi 3 DPR RI terhadap uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri tersebut dapat disetujui?"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 31 Okt 2019 20:12 WIB

Author

Heru Haetami

DPR Sahkan Idham Aziz Sebagai Kapolri

DPR menetapkan Idham Aziz sebagai Kapolri, usai serangkaian uji kelayakan dan kepatutan, Kamis (30/10/19). (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

KBR, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan Idham Azis sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), menggantikan Tito Karnavian, yang dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Dalam Negeri.

Calon tunggal Idham Aziz terpilih secara aklamasi, saat pengambilan keputusan melalui rapat Paripurna DPR ke-5 periode 2019-2024, Kamis (31/10/2019) malam.

Tak ada satupun fraksi DPR yang melakukan interupsi saat pengesahan Idham Aziz sebagai Kapolri.

"Apakah laporan Komisi 3 DPR RI terhadap uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri tersebut dapat disetujui?" kata Ketua DPR Puan Maharani saat pengambilan suara di ruang sidang paripurna, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Setuju.., kata seluruh anggota DPR peserta sidang mengamini.

Selanjutnya, Ketua DPR Puan Maharani meminta Idham Aziz memperkenalkan dirinya di hadapan Sidang Paripurna.

Idham Aziz sebelumnya telah melewati serangkaian uji kepatutan dan kelayakan, atau fit and proper test oleh Komisi III DPR, Rabu kemarin.

Ketua Komisi III DPR Herman Hery mengatakan uji kelayakan dan kepatutan dimulai dengan agenda kunjungan ke kediaman Idham Aziz.

Herman mengatakan, kunjungan Komisi III DPR ke rumah Idham untuk melihat keluarga dan kehidupan pribadi Idham.

Sebelum ditunjuk Presiden Jokowi untuk menggantikan Tito, Idham menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13