Diduga Terpengaruh ISIS, Densus Tangkap Polwan Maluku Utara

"Diduga terpapar kepada paham-paham radikalisme dari ISIS tapi masih terus didalami kok,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 04 Okt 2019 10:20 WIB

Author

Kevin Candra

Diduga Terpengaruh  ISIS, Densus Tangkap Polwan Maluku Utara

Ilustrasi

KBR, Jakarta-   Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap NOS atau Nesti, polisi wanita (polwan) anggota Kepolisian Daerah Maluku Utara, yang terpapar paham radikalisme Islamic State in Iraq and Syria (ISIS). Juru bicara Mabes Polri Asep Adi Saputra mengatakan NOS ditangkap di Solo Jawa Tengah.

kata dia, NOS sudah dua kali ditangkap  karena terpapar paham radikal. Nesti sebelumnya ditangkap pertama kali di Surabaya pada Mei lalu. Kasus ini masih didalami oleh Densus 88 antiteror.

"Sementara ini dia, diduga terpapar kepada paham-paham radikalisme dari ISIS tapi masih terus didalami kok," ujar Juru bicara Mabes Polri Asep Adi Saputra di Humas Mabes Polri, Kamis (03/10/2019)

Sebelumnya Densus 88 Antiteror menangkap   polisi wanita yang bertugas di Polda Maluku Utara atas dugaan keterkaitan jaringan terorisme. Nesti diketahui, sudah sebulan belakangan dilaporkan meninggalkan pekerjaan tanpa izin. 

Polwan berpangkat Bripda itu  ditangkap Densus 88 karena dugaan keterlibatannya dengan jaringan terorisme Wawan Wicaksono yang ditangkap di Salatiga, Jawa Tengah, pada hari yang sama. Pada Mei lalu, Bripda Nesti pernah ditangkap Kepolisian Jawa Timur di Surabaya lantaran diduga meninggalkan tugas dan menggunakan identitas palsu dalam penerbangan dari Ternate ke Surabaya. Ia kemudian dikirimkan kembali ke Polda Maluku Utara untuk dibina. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Cina Berencana Melarang Teknologi Asing di Seluruh Kantor Pemerintahan dan Institusi Publik

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Aceh

Menteri Nadiem Ungkap Pengganti Ujian Nasional

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7