Di KTT ASEAN, Jokowi Akan Konkretkan Gagasan Kerjasama Indo-Pasific

"Salah satu kontribusi diberikan Indonesia dalam konteks menjaga kedamaian dan kesejahteraan. Tidak hanya di Asia Tenggara, tapi juga di Asia Pasifik."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 31 Okt 2019 11:54 WIB

Author

Resky Novianto

Di KTT ASEAN, Jokowi Akan Konkretkan Gagasan Kerjasama Indo-Pasific

Suasana di Impact Arena jelang KTT ASEAN di Bangkok, Thailand, Kamis (31/10/2019). (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho)

KBR, Jakarta - Menteri Luar Neger (Menlu) Retno Marsudi menyebut, Presiden Joko Widodo akan berusaha mengkonkretkan kerjasama konsep Indo-Pasifik, dalam pertemuan negara-negara Asia Tenggara di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-35 Bangkok, Thailand.

Retno mengatakan, Indonesia akan berusaha berdiskusi dan berdiplomasi lebih dalam, agar konsep tersebut bisa diwujudkan secara konkret pasca KTT ASEAN di Bangkok 2 hingga 4 November esok.

"Salah satu kontribusi diberikan Indonesia dalam konteks menjaga kedamaian dan kesejahteraan. Tidak hanya di Asia Tenggara, tapi juga di Asia Pasifik. Itu juga sebagai konsep Indonesia yang akhirnya disetujui para Pemimpin Asean pada Juli lalu. Yaitu ASEAN Outlook on Indo-Pasific. Jadi konsep itu sudah diadopsi oleh pemimpin ASEAN. Tugas Indonesia adalah bagaimana itu menjadi kerjasama yang konkret. Karena itu, dalam pertemuan KTT ASEAN, Presiden akan memkonkretkan kerjasama," ucap Menlu Retno Marsudi disela acara Ratas di Kemenko Polhukam, Kamis (31/10/2019).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, selain mengkonkretkan konsep Indo-Pasifik, untuk menjaga kedamaian dan kesejahteraan, nantinya KTT ASEAN juga akan membahas beberapa isu terkini di Asia Tenggara dan dunia.

Kata Retno, isu ekonomi akan jadi salah satu bahasan utama. Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara juga akan berkontribusi maksimal dalam isu-isu aktual dalam KTT ASEAN di Bangkok nanti.

"KTT 35 ASEAN (membahas) situasi dunia dan dimana nanti posisi Indonesia. Dunia penuh ketidakpastian, bagaimana tekanan kepada ekonomi begitu besar, yang akhirnya revisi pertumbuhan ekonomi dunia juga diturunkan. Tapi kita melihat di Asia Tenggara relatif lebih stabil, damai dan sejahtera. Karena rata-rata pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara jauh melampui pertumbuhan ekonomi dunia," ujar Retno.

Retno menambahkan, saat ini semua negara yang tergabung di kawasan Asia Tenggara, sudah bekerjasama dalam empat hal. Ia menegaskan, konsep Indo-Pasifik merupakan fokus dan bekal Indonesia, untuk dikonkretkan dalam KTT ASEAN esok di Bangkok.

"Kerjasama empat hal, yaitu maritim, konektivitas, SDGs, dan kerjasama ekonomi lain yang juga mencakup masalah perdagangan dan investasi," tambah Retno.

Baca juga:


Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dijadwalkan akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-35 di Bangkok, Thailand pada 2-4 November esok.

Dalam pertemuan antar negara se-Asia Tenggara itu, rencananya Presiden Jokowi akan memaparkan konsep Indo-Pasifik.

Indo-Pasifik adalah negara-negara yang terletak secara geografis di belahan kawasan Samudera Hindia (Indian Ocean) dan bentangan kawasan laut Samudra Pasifik (Pacific Ocean).

Kondisi geografis di antara dua samudra itu tentulah amat strategis dari sisi politik, militer, ataupun ekonomi.

Mengingat posisi geostrategis, geopolitik, berikut peluang kerja sama yang ada, sejak 2013 Indonesia telah menggagas berbagai cara untuk membangun dan menjamin kawasan Indo-Pasifik terjaga kestabilan dan keamanannya. Sehingga potensi pembangunan dan kerja sama di kawasan ini pun bisa dikembangkan dan dinikmati.

Indonesia bersama ASEAN telah mampu menciptakan stabilitas di kawasan dalam 5 dasawarsa terakhir di kawasan. Rasa saling percaya dalam semangat kerja sama ini menjadi modal kuat dalam menghadapi trust deficit, rasa curiga dan tidak percaya, yang menimbulkan kesalahpahaman dan konflik.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik