Bank Dunia Sumbang Rp3,75 Triliun untuk Madrasah

“Proyek ini diharapkan bisa betul-betul berfungsi instrumental dalam meningkatkan kualitas mutu madrasah.”

BERITA | NASIONAL

Selasa, 22 Okt 2019 18:51 WIB

Author

Adi Ahdiat

Bank Dunia Sumbang Rp3,75 Triliun untuk Madrasah

Murid madrasah dan santri dari berbagai pondok pesantren mengikuti Parade Hari Santri Nasional 2019 di Puspemprov Banten, Selasa (22/10/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Bank Dunia memberi bantuan dana pendidikan sebesar US$250 juta atau sekitar Rp3,75 triliun untuk madrasah di seluruh Indonesia.

Dana itu disalurkan Bank Dunia lewat Kementerian Agama (Kemenag), dalam proyek kerja sama bertajuk Madrasah Education Quality Reform 2020-2024.

“Proyek ini diharapkan bisa betul-betul berfungsi instrumental dalam meningkatkan kualitas mutu madrasah,” kata Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin dalam situs resminya, Selasa (22/10/2019).

Baca Juga: Tahun 2020, Anggaran Pendidikan Agama Jauh Mengalahkan Riset dan Mitigasi Bencana

“Ekspektasi kita terhadap proyek ini sangat besar, sehingga sejumlah komponen bisa dilakukan adaptasi dengan reasoning yang memungkinkan, misal dengan penambahan komponen digitalisasi pada madrasah,” kata Kamaruddin.

Ia meminta agar Bank Dunia dan Kemenag sama-sama mengawasi implementasi proyek ini.

“Tata kelola program juga harus dipastikan dilakukan dengan baik dan benar, sehingga diperlukan komitmen dan kompetensi dalam pengelolaannya,” kata Kamaruddin.  

Sebelumnya, pemerintah juga sudah menganggarkan Rp51 triliun untuk Ditjen Pendidikan Islam selaku lembaga pengelola madrasah.

Anggaran pendidikan Islam itu jauh lebih besar dibanding anggaran yang diterima Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, selaku lembaga pengelola sekolah umum.

Menurut Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga Tahun 2020, Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud hanya dijatah Rp19,4 triliun untuk tahun depan.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik

Hari Pneumonia Sedunia, Mari Cegah Pneumonia pada Anak