Setelah Tanggap Darurat Bencana Sulteng, Kemenkes Kirimkan Layanan Psikologi

“Kami sedang menyiapkan fase kedua, bahwa tanggap darurat akan selesai dalam waktu seminggu, untuk dukungan layanan psikologi dan kesehatan jiwa,” ujar Anung

BERITA | NASIONAL

Selasa, 02 Okt 2018 20:29 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Setelah Tanggap Darurat Bencana Sulteng, Kemenkes Kirimkan Layanan Psikologi

Pengungsi korban gempa dan tsunami berisitirahat di tenda di Lapangan Vatulemo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10). (Foto: ANTARA/ Hafidz M)

KBR, Jakarta - Kementrian Kesehatan menyiapkan layanan psikologi dan kesehatan jiwa tahap kedua bagi para korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Langkah ini ditempuh setelah layanan pada masa tanggap darurat berakhir sepekan ke depan.

"Kami sedang menyiapkan fase kedua, bahwa tanggap darurat akan selesai dalam waktu seminggu, untuk dukungan layanan psikologi dan kesehatan jiwa," kata Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Anung Sugihantono, di Kantor Kementrian Kesehatan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Sementara kini, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan tenaga kesehatan dari pelbagai daerah tengah mengupayakan penanganan darurat korban. Termasuk, dengan sekitar 212 orang dari Nusantara Sehat.

"Kemenkes bersama seluruh unsur kesehatan dari daerah, dengan kita ke Palu untuk masa tanggap darurat. Masa tanggap darurat ini memang yang dilakukan lebih banyak melakukan bantuan evakuasi pertolongan pertama, termasuk di dalamnya penanganan2 kesehatan secara umum."

Anung merinci, ada 33 titik pengungsian di fasilitas layanan kesehatan pemerintahan, TNI dan Polri. Selain itu, lapangan juga akan menjadi fokus Kemenkes dalam memberikan bantuan.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror