Share This

Siaga 1 Penembakan di Tembagapura , Polisi Minta Bantuan TNI

Polisi minta bantuan TNI buru pelaku penembakan yang dipimpin Sabinus Waker

NASIONAL

Senin, 30 Okt 2017 16:06 WIB

Katarina Lita
Author

Katarina Lita

Briptu Berry Permana Putra korban penembakan di Tembaga Pura, Papua, Minggu (22/10). (Foto: Antara)

KBR, Jayapura- Kepolisian Papua meningkatkan status pengamanan di wilayah Tembagapura, Kabupaten Mimika menjadi siaga 1.  Peningkatan status menyusul rangkaian penembakan yang terjadi sejak 2 minggu terakhir di daerah Tembagapura.

Kapolda Papua, Boy Rafli Amar menyebutkan untuk menangkap pelaku penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok  pimpinan Sabinus Waker, polisi meminta bantuan TNI dalam pengejaran dan penangkapan pelaku penembakan.

"Ini sudah meresahkan masyarakat yang di sekitar Banti. Daam hal ini kita akan terus menghadapi mereka dan oleh karenanya kami sudah menginstruksikan kepada satuan Polri yang juga di sana diperbantukan oleh teman-teman TNI, kita siaga 1," kata Boy, Senin (30/10/2017).

Sehari sebelumnya, penembakan terjadi sepanjang hari di mile 66 dan mile 67 Tembagapura. Sejak pagi, Pos Brimob di mile 66 Tembagapura ditembaki. Siang harinya, Polsek Tembagapura juga ditembaki oleh KKB dengan jaral sekirar 400 meter arah barat polsek tersebut.

Akibat kejadian ini, Tembagapura mencekam dan manajemen PT Freeport Indonesia telah mengeluarkan surat larangan karyawan untuk keluar rumah, hingga surat pemberitahuan berikutnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.