Sinyal tak Lagi Jadi Menteri? Susi Pamit dan Minta Maaf

"Saya orangnya kadang-kadang juga sedikit tengil, dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf apabila ada kesalahan baik yang disengaja maupun tidak."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 10 Sep 2019 07:34 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Sinyal tak Lagi Jadi Menteri? Susi Pamit dan Minta Maaf

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menyampaikan pencapaian kinerja dan pengawasan Laut Natuna Utara di Jakarta, Senin (9/9/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberi sinyal tak akan jadi menteri lagi pada kabinet Jokowi periode selanjutnya. Hal itu diungkapkannya saat menggelar jumpa pers di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Senin (09/09) malam.

Saat  akhir sesi jumpa pers, dengan suara lirih, Susi tiba-tiba meminta maaf kepada awak media yang hadir.

"Selama kita berinteraksi dalam press conference, dalam doorstop dalam apa saja, ada hal-hal yang tidak mengenakan kawan-kawan media, saya orangnya kadang-kadang juga sedikit tengil, dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf apabila ada kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Kawan-kawan misalnya saya tidak jadi menteri, ya ke Pangandaran monggo," tuturnya.

Susi juga mengucapkan terima kasih kepada awak media yang disebutnya telah membantu sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait program-program di kementeriannya. Ia merasa waktu hampir lima tahun berjalan begitu cepat. Meski begitu, Susi mengaku menemukan banyak cerita dalam tiap perjalanan karirnya sebagai menteri.

Susi merupakan salah satu menteri di kabinet Jokowi yang sering mendapat sorotan atas kebijakan-kebijakannya. Mulai dari penenggelaman kapal asing hingga larangan menggunakan cantrang saat menangkap ikan. Adapun dari Jokowi belum ada sinyal apakah bakal mempertahankan Susi dalam kabinetnya atau tidak.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Ketika Seniman Teriak Anti Korupsi Lewat Karya

Hari Hak Asasi Manusia, Apa yang Diinginkan Keluarga Korban Pelanggaran HAM?

Kabar Baru Jam 8

Kelas Multikultural, Ruang Keberagaman dari Tanah Sunda