Polri Tuding Kelompok Anarko Provokasi Kerusuhan Mahasiswa

"Kita menemukan jejak Anarko bermain untuk memprovokasi massa melakukan tindakan anarkis, baik pengerusakan maupun kekerasan ke aparat."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 26 Sep 2019 17:38 WIB

Author

Kevin Candra, Adi Ahdiat

Polri Tuding Kelompok Anarko Provokasi Kerusuhan Mahasiswa

Mahasiswi Stikes Unjani berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (26/9/2019). Mereka menolak RKUHP dan UU KPK, serta menuntut agar aparat memulangkan mahasiswa yang ditahan di Jakarta. (Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi)

KBR, Jakarta- Polri menyebut aksi unjuk rasa mahasiswa tolak RUU bermasalah di sejumlah kota disusupi kelompok Anarko. Akibatnya aksi demo berujung kerusuhan. 

Menurut juru bicara Mabes Polri Dedi Prasetyo, dari 35 orang yang ditangkap Polda Jabar dalam kerusuhan di Bandung, 4 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan 31 sisanya dibolehkan pulang.

"Kita menemukan jejak Anarko bermain untuk memprovokasi massa melakukan tindakan anarkis, baik pengerusakan maupun kekerasan ke aparat. Empat tersangka tersebut atas nama MD, RR, HJ dan BF, yang juga setelah dites urine positif narkoba. Ini sedang didalami kelompok Anarko yang bermain di Jawa Barat," kata Dedi di Humas Mabes Polri, Kamis (26/9/2019).

Menurut Dedi kelompok Anarko juga menyusup dalam kerusuhan di Jakarta.

"Dari Polda Metro Jaya Ada kelompok bermain didalamnnya, ada simbol Anarko yang ikut melakukan provokasi massa untuk melakukan tindakan anarkis, pengerusakan dan pembakaran serta penyerangan aparat kepolisian," ujarnya.

Ia juga menyebut Polda Metro Jaya sudah menangkap 94 orang dalam kerusuhan mahasiswa di Jakarta. Sebanyak 49 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, 12 orang di antaranya masih di bawah umur dan sudah dilakukan pendampingan oleh KPAI.

Dedi menyebut barang bukti yang disita dari tersangka meliputi bom molotov, batu, tongkat, senjata tajam.


Baca Juga: Mengintip Cita-Cita Besar Kelompok Anarko Sindikalis


Siapakah Kelompok Anarko?

Ini bukan pertama kalinya Polri menuding kelompok "Anarko" sebagai biang kerusuhan. Bulan Mei 2019 lalu kelompok Anarko juga disebut sebagai provokator aksi anarkis dalam peringatan Hari Buruh Internasional.

Menurut Solidarity Federation (Solfed), asosiasi pekerja internasional yang berbasis di Eropa, Anarko atau Anarko Sindikalis adalah gerakan internasional yang memperjuangkan kebebasan pekerja.

“Di setiap negara gerakan sindikalis berkembang secara berbeda, sesuai dengan kondisi yang berlaku di sana,” tulis Solfed dalam situs resminya.

Menurut Solfed, meski model gerakannya berbeda-beda, kelompok Anarko di berbagai negara umumnya punya tujuan dasar yang sama, yakni:

  • Menghapuskan negara;
  • Menghapuskan kapitalisme, dan;
  • Menghentikan eksploitasi lingkungan. 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas

Kabar Baru Jam 15

Geliat Feminis Membangun Demokrasi

Geliat Feminis Membangun Demokrasi