Pengusutan Mandek, Istri Munir: Jokowi Tidak Mau Ungkap Kasus

“Presiden tidak punya kemauan. Jadi itu yang kita dorong, 5 tahun kemarin Jokowi tidak melakukan apapun," kata Suci.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 06 Sep 2019 23:20 WIB

Author

Dian Kurniati, Khairunnisa

Pengusutan Mandek, Istri Munir: Jokowi Tidak Mau Ungkap Kasus

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid (kanan) bersama Istri aktivis HAM Munir, Suciwati (tengah) memberikan keterangan soal 15 Tahun terbunuhnya aktivis HAM Munir di Kantor Kontras, Jakarta, Jumat (6/9/2019). ANTARA FOTO/Reno Esni

KBR, Jakarta - Istri aktivis HAM Munir Said Thalib, Suciwati menyatakan upaya pengungkapan pembunuhan suaminya merupakan hal yang mudah bagi Jokowi.

Suciwati menegaskan, pengungkapan ini dapat dilakukan karena Jokowi mengklaim tidak memiliki beban persoalan HAM masa lalu.

“Presiden tidak punya kemauan. Jadi itu yang kita dorong, 5 tahun kemarin Jokowi tidak melakukan apapun, dia sudah bikin statement memerintahkan Jaksa Agung untuk menyelesaikan kasus ini tapi sampai sekarang belum dilakukan,” kata Suci saat di kepada KBR, Jum’at (06/09/2019).

Suciwati menambahkan akan terus berjuang untuk menyelesaikan kasus pembunuhan suaminya. Ia juga berencana mengundang para ahli untuk menganalisis terkait pembebasan tersangka pembunuhan Munir, Muchdi Purwoprandjono (PR) pada tahun 2008.

Ia mendorong Jokowi untuk meminta Jaksa Agung  melakukan Peninjauan Kembali (PK) pembebasan Muchdi PR.

"Yang sudah dibawa ke ruang hukum kan Muchdi. Kalau Pollycarpus kan hanya pelaku, kroco kita bilang, meski pun dia jahat karena dia melakukan pembunuhan dan bisa dengan mudah bebas, itu aneh juga. Tapi kita mau ngomongnya dalang, yang harus kita kejar adalah dalang. Karena orang yang menyuruh ini berkuasa. Kalau Pollycarpus ini kan pion, yang disuruh-suruh doang," kata Suci.

Baca juga:


Suciwati menilai, Muchdi memiliki peran yang jauh lebih besar dalam pembunuhan suaminya, ketimbang Pollycarpus Budihari Priyanto, yang divonis 14 tahun dan bebas tahun lalu.

Suciwati menduga, masih ada dalang intelektual dalam pembunuhan Munir yang belum tersentuh hukum, dan baru akan terungkap jika ada peninjauan kembali terhadap perkara Muchdi.

Sementara itu, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Yati Adriyani menilai  Jokowi bisa bertindak tegas dengan memerintahkan langsung Kapolri Tito Karnavian, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, dan Menkumham Yasonna Laoly untuk mengusut kasus Munir.

Jika Jokowi masih ragu, Yati menyarankan untuk memanggil semua anggota TPF lebih dulu. Di antaranya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Duta Besar Jerman Arief Havas Oegroseno, Duta Besar Kanada Abdul Kadir Jaelani, serta beberapa penyidik dari kejaksaan dan kepolisian.

Editor: Ardhi Rosyadi 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri

Pemulihan Gambut Pasca Kebakaran

Kabar Baru Jam 15

Soal Portal Aduan ASN Radikal

Kabar Baru Jam 14