Negara Siapkan Rp10 Triliun untuk Bantu Pengangguran

Pemegang Kartu Pra-Kerja nantinya bisa mendapat layanan pelatihan keterampilan kerja, sertifikasi, serta insentif biaya hidup selama menganggur sebesar Rp300 ribu - Rp500 ribu per bulan.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 25 Sep 2019 13:45 WIB

Author

Adi Ahdiat

Negara Siapkan Rp10 Triliun untuk Bantu Pengangguran

Penyintas bencana gempa dan tsunami Palu menulis surat lamaran kerja dalam Job Fair di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (20/8/2019). (Foto: ANTARA/Basri Marzuki)

KBR, Jakarta - Pemerintah dan DPR telah mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2020 dalam rapat paripurna di Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Dalam APBN 2020 ini pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp10 triliun untuk mewujudkan program Kartu Pra-Kerja.

Kartu Pra-Kerja adalah program bantuan bagi pengangguran. Pemegang kartu ini nantinya bisa mendapat layanan pelatihan keterampilan kerja, sertifikasi, serta insentif biaya hidup selama menganggur sebesar Rp300 ribu - Rp500 ribu per bulan.

"Melalui program Kartu Pra-Kerja diharapkan kompetensi, baik para pencari kerja baru, pencari kerja yang alih profesi, atau korban PHK dapat mengisi kebutuhan dunia kerja, sehingga masalah pengangguran di Indonesia dapat diatasi," jelas Kementerian Keuangan dalam Buku APBN Kita Edisi September 2019.


Baca Juga:


Dua Jenis Kartu Pra-Kerja

Berdasar penjelasan Kementerian Keuangan, Kartu Pra-Kerja nantinya akan terdiri dari dua jenis dan akan diberikan kepada dua juta penerima manfaat. Rinciannya adalah sebagai berikut:

1. Kartu Pra-Kerja Reguler

Kartu Pra-Kerja Reguler akan dibagikan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Balai Latihan Kerja (BLK), serta training center (TC) milik pemerintah dan swasta, dengan menyasar 500 ribu penerima.

Para penerima kartu reguler akan mendapat pelatihan kerja secara tatap muka atau offline, mendapat sertifikasi, serta insentif bulanan.

2. Kartu Pra-Kerja Digital

Kartu Pra-Kerja Digital nantinya bisa diperoleh lewat mekanisme pendaftaran online, dengan menyasar 1,5 juta penerima.

Penerima kartu ini nantinya bisa memilih jenis pelatihan kerja sesuai kebutuhan masing-masing melalui platform digital seperti Gojek, Tokopedia, dan Jobstreet.

Para penerima kartu kemudian akan mendapat pelatihan kerja dari pihak swasta lewat metode e-learning, serta mendapat insentif bulanan.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun