Mulai 1 Oktober, Tax Refund untuk Turis Asing Dipermudah

BERITA | NASIONAL

Kamis, 26 Sep 2019 14:55 WIB

Author

Siti Sadida Hafsyah

Mulai 1 Oktober, Tax Refund untuk Turis Asing Dipermudah

Sosialisasi PMK Nomor 120 Tahun 2019 tentang kemudahan pengembalian PPN untuk turis asing di Ditjen Pajak, Kamis (26/09/2019). Kebijakan ini bakal diterapkan pada 1 Oktober 2019. FOTO: KBR/Siti Sadida Hafsyah

KBR, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan akan mempermudah pengembalian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk turis asing. 

Bentuk kemudahan itu dengan menurunkan jumlah minimum belanja untuk mendapat pengembalian pajak, dari awalnya Rp5 juta menjadi Rp500 ribu per struk. 

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120 Tahun 2019 yang disosialisasikan 26 September 2019. Pemberlakuannya aktif mulai 1 Oktober 2019. 

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kemenkeu Hestu Yoga Saksama mengatakan kebijakan tersebut bertujuan mendongkrak angka belanja turis asing di Indonesia. Selain itu, partisipasi toko ritel diharapkan bakal turut meningkat. 

"Rasio belanja tetap 5 juta. Tapi 5 juta itu tidak harus dalam satu faktur. Tidak harus dari satu toko ritel saja. Tidak harus pada hari yang sama. Itu boleh digabung kalau jumlahnya lebih dari 5 juta, silakan di-refund," kata Yoga di sela sosialisasi aturan baru pengembalian PPN untuk turis asing di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (26/09/2016).

Hestu memastikan proses klaim pengembalian PPN juga mudah dan cepat. 

"Kita buat aplikasi nanti, kita permudah juga. Turis cukup menunjukkan paspor saja di bandara. Tidak perlu faktur pajaknya. Tapi seperti di negara lain pun, barang memang harus ditunjukkan. Sama tiket atau boarding pass," tutur Hestu. 

Berdasarkan data DJP, program pengembalian (refund) PPN untuk turis asing telah diikuti 55 pengusaha ritel dengan 600 lebih toko yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga Agustus 2019, jumlah permohonan refund mencapai 4 ribu klaim dengan nilai lebih dari Rp7,8 miliar. Adapun pada 2018, jumlahnya mencapai Rp11,2 miliar. 

 Editor: Ninik Yuniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun