Jokowi Minta Menterinya Sigap Tangani Gempa Ambon

Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI, dan Polri untuk mengevakuasi korban. Sedangkan Kementerian Sosial langsung mengirim logistik untuk memenuhi kebutuhan korban.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 27 Sep 2019 17:21 WIB

Author

Dian Kurniati

Jokowi Minta Menterinya Sigap Tangani Gempa Ambon

Kepala BNPB Doni Monardo, mengunjungi pasien korban gempa yang dirawat di rumah sakit lapangan yang dibangun TNI di kompleks Kampus Universitas Darussalam, Desa

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo memerintahkan menteri-menterinya sigap menangani gempa bumi bermagnitudo 6,8 yang mengguncang Ambon, Maluku, Kamis (26/9/2019) lalu.

Jokowi juga meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI, dan Polri untuk mengevakuasi korban.
Sedangkan Kementerian Sosial langsung mengirim logistik untuk memenuhi kebutuhan korban.

Jokowi juga menyampaikan duka citanya untuk 23 orang yang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat gempa.

"Kemarin sudah saya perintahkan kepada Kepala BNPB Jenderal Doni di sana, juga kepada TNI, Polri, dan kepada Menteri Sosial bergerak ke lapangan, di tempat terjadinya gempa, membantu saudara-saudara kita yang di Ambon, dan bantuan sudah saya perintahkan untuk dikirimkan," kata Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (27/09/2019).

Jokowi melanjutkan, dirinya belum bisa berkomunikasi dengan Gubernur Maluku, Murad Ismail.

"Namun, koordinasi dengan Kepala BNPB, Doni Monardo menunjukkan penanganan korban gempa berjalan dengan cepat," katanya.

Orang nomor satu di Indonesia ini juga memerintahkan Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita mempercepat pemberian santunan untuk keluarga korban tewas dan luka-luka.

Ada pun penanganan korban luka akibat gempa, kata Jokowi, semuanya akan ditanggung pemerintah.

"Pemerintah juga tengah mendata sekitar 100 rumah yang rusak akibat gempa, sebelum menyalurkan bantuan," pungkas Jokowi.
 

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Cina Berencana Melarang Teknologi Asing di Seluruh Kantor Pemerintahan dan Institusi Publik

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Aceh

Menteri Nadiem Ungkap Pengganti Ujian Nasional

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7