Ekonomi Global Melambat, Menpar Tak Khawatir Pariwisata Turun

"Negara-negara yang basisnya pariwisata, cenderung lebih tahan terhadap gejolak ekonomi,"

BERITA , NASIONAL

Selasa, 10 Sep 2019 18:06 WIB

Author

Lea Citra

Ekonomi Global Melambat, Menpar Tak Khawatir Pariwisata Turun

Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, yang menjadi salah satu dari empat prioritas destinasi wisata Indonesia. (Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho)

KBR, Jakarta - Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyebut pariwisata di Indonesia akan baik-baik saja, meskipun saat ini terjadi perlambatan ekonomi global dunia. Menurutnya, manusia tetap membutuhkan liburan, meskipun keadaan ekonomi gobal menurun.

Arief mengatakan, lebih baik fokus membangun pariwisata dibanding resesi.

"Jadi tidak terlalu terpengaruh terhadap resesi, lihat saja jumlah kita, naik  terus. Atau negara-negara yang basisnya pariwisata,   cenderung lebih tahan terhadap gejolak ekonomi," katanya usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata di Swissotle PIK Avenue, Selasa (10/9/2019).

Arief Yahya menyatakan, sektor pariwisata akan menjadi sektor utama yang menyokong pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sehingga keadaan ekonomi Indonesia stabil di tengah perlambatan ekonomi global.

"Kita percepat. Nomor sembilan di dunia. Kita selalu tumbuh double digit untuk pariwisata. Pertumbuhan ekonomi kita katakan   5 hingga 6 persen, maka kita 14 persen," ujarnya.

Menurutnya, pariwisata akan tumbuh, ketika infrastruktur baik, pelayanan meningkat, perizinan pengembangan wisata lebih mudah dan cepat.

Selain itu, Kementerian pariwisata juga mendorong pembangunan infrastruktur di lima destinasi super prioritas pariwisata Indonesia, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Arief menjelaskan, infrastruktur harus dituntaskan 2020, sebelum Kementerian Pariwisata melakukan promosi masif.

"Tahun 2018, pariwisata telah menyumbangkan devisa sebesar Rp19,2 milliar.  10 trilliun rupiah itu saya tuliskan di dalam surat, hanya 0,5 persen dari APBN kita, 0,4 sebenarnya. 0,5 persen, kurang dari 1 persen, tetapi kita berani menjanjikan, dapat menjadi penyumbang devisa terbesar," katanya.

Tak hanya promosi, Kementerian Pariwisata juga akan membahas integrasi pemangku kepentingan terkait, peningkatan daya saing SDM, dukungan aksesibilitas dan konektivitas, serta membahas Integrated Tourism Master Plan (ITMP), dan meningkatkan fasilitas publik, produk lokal.

Saat ini, Pemerintah menganggarkan dana Rp6,5 triliun untuk 4 destinasi super prioritas, yaitu Danau Toba sebesar Rp2,2 triliun, Borobudur Rp2,1 triliun, Labuan Bajo Rp1,3 triliun, Mandalika Rp1,9 triliun.

Arief mengatakan, pembangunan pariwisata di Indonesia akan meningkatkan devisa negara di tengah gejolak ekonomi.

Selain itu, Pemerintah juga telah membangun The Kaldera - Toba Nomadic Escape di lahan Zona Otorita Kabupaten Toba Samosir, Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kulon Progo, Sirkuit Moto GP di Mandalika, dan pembangunan hotel, marina, area komersial dan pelabuhan feri di Labuhan Bajo.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Didesak Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan