Share This

Kasus Century, Setya Novanto Klaim Kantongi Bukti dan Siap Bantu KPK

Setya Novanto mengklaim punya bukti penting terkait dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) ke Bank Century.

, NASIONAL

Jumat, 14 Sep 2018 18:59 WIB

Narapidana korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (kiri) berjalan untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Selasa (28/8). (Foto: ANTARA/ Galih P)

KBR, Jakarta - Bekas Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto mengklaim punya bukti penting terkait dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) kepada Bank Century. Terpidana 15 tahun penjara dalam kasus korupsi KTP elektronik itu menyatakan siap membantu petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap pelaku lain dalam kasus Century.

"Bisa diungkap secepat mungkin, uratnya sudah kelihatan. Saya yakin KPK bisa cepat, tentu bantuan kami-kami di DPR, apalagi saya waktu itu sangat kooperatif sampai selesai," kata Setya Novanto usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Setya Novanto menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar DPR saat Panitia Khusus (Pansus) Century digulirkan di DPR. Menurut Novanto, kasus Century melibatkan banyak pihak. Ia pun telah menyiapkan data dan fakta yang menurutnya bisa membantu penyelidikan KPK.

"Nanti saya ungkapkan sejelas-jelasnya di KPK. Datanya sangat kuat," imbuh Setnov.

Lembaga antirasuah itu sudah memastikan tidak berhenti mengusut perkara dugaan korupsi skandal Bank Century. Kerugian dalam korupsi ini menurut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diperkirakan mencapai Rp7,4 triliun rupiah. Dengan rincian kerugian Rp689,394 miliar untuk pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan Rp6,762 triliun terkait penetapan Bank Century sebagai bank gagal dan berdampak sistemik.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.