Tim Teknis Mulai Kerja, KSP: Kami Ingin Cepat, Tidak Berlama-lama

Keinginan presiden tiga bulan, bisa segera diselesaikan. Saya pikir, bekerja dulu baru bagaimana situasinya. Kan begitu. Kan kemarin dari tim pencari fakta sudah mulai menyempit.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 01 Agus 2019 15:32 WIB

Author

Dian Kurniati

Tim Teknis Mulai Kerja, KSP: Kami Ingin Cepat, Tidak Berlama-lama

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menegaskan hanya memberikan waktu tiga bulan untuk tim teknis Polri mencari pelaku penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan, meski tim tersebut dibentuk untuk masa kerja enam bulan.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, instruksi Presiden Jokowi soal durasi kerja tim teknis tersebut sudah jelas, agar Polri bekerja cepat mengungkap dan mencari pelaku penyerangan Novel.

Menurut Moeldoko, pekerjaan tim teknis juga sudah dimudahkan oleh beberapa temuan hasil kerja Tim Gabungan Pencari Fakta bentukan Polri.  

"Saya pikir sudah jelas. Keinginan presiden tiga bulan, bisa segera diselesaikan. Saya pikir, bekerja dulu baru bagaimana situasinya. Kan begitu. Kan kemarin dari tim pencari fakta sudah mulai menyempit. Tinggal ditindaklanjuti tim teknis. Untuk itu memang pengen cepat selesai. Kita enggak ingin lama-lama," kata Moeldoko di kantornya, Kamis (01/08/2019).

Moeldoko mengatakan, Jokowi ingin agar kasus penyerangan Novel tersebut segera dituntaskan.

Ia juga meminta tim teknis Polri fokus bekerja agar masalah tersebut bisa rampung dalam tiga bulan.

Namun, Moeldoko juga tak bisa menilai apakah temuan TGPF bentukan Polri tersebut bisa digunakan sebagai bukti menangkap pelakunya.

Sebelumnya, Jokowi memerintahkan Polri mengungkap kasus penyerangan Novel dalam waktu tiga bulan, sejak 19 Juli 2019.

Namun, Polri membentuk tim teknis dengan masa kerja enam bulan, dan masih bisa diperpanjang enam bulan lagi jika diperlukan.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Foto Ikatan Besar Mahasiswa UI Tidak Akui Jokowi - Ma'ruf Hoaks

Jokowi Didesak Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM di Periode Kedua

Kanker Payudara dan Tubuh Perempuan

Kabar Baru Jam 15