Selidiki Dugaan Suap di Polri, Indonesialeaks Menangi Udin Award 2019

"Tim Indosialeaks menghadapi upaya pembungkaman pers gaya baru dan berupaya bertahan meski ditentang."

BERITA , NASIONAL

Kamis, 08 Agus 2019 15:39 WIB

Author

Adi Ahdiat

Selidiki Dugaan Suap di Polri, Indonesialeaks Menangi Udin Award 2019

Tim Indonesia Leaks: Lais Abid, Gading Yonggar Ditya, Eni Mulia (ki-ka) menjelaskan mengenai IndonesiaLeaks di studio KBR

KBR, Jakarta - Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Indonesia menganugerahi penghargaan Udin Award 2019 kepada Indonesialeaks dalam acara peringatan ulang tahun AJI ke-25 di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Penghargaan diberikan atas keberanian tim Indonesialeaks menyelidiki Skandal Buku Merah, yakni skandal penghilangan barang bukti korupsi oleh dua orang penyidik KPK dari unsur Polri.

Penghilangan bukti itu diduga dilakukan demi melindungi petinggi Polri yang menerima suap dari pengusaha impor daging.

Baca Juga: 

Skandal Buku Merah dan Transparansi Polri

Jawaban IndonesiaLeaks Soal Tuduhan Bermuatan Politik hingga Hoaks

"Investigasi Buku Merah yang diangkat tim Indonesialeaks sangat penting, karena menyangkut dugaan perkara korupsi yang hingga kini belum tuntas penanganannya," begitu penjelasan AJI Indonesia dalam keterangan resmi yang diterima KBR, Rabu malam (8/8/2019).

Menurut AJI Indonesia, tim Indonesialeaks telah mempraktikkan disiplin kerja jurnalistik yang berkualitas dalam investigasi Skandal Buku Merah.

"Tim Indosialeaks menghadapi upaya pembungkaman pers gaya baru dan berupaya bertahan meski ditentang. Para jurnalisnya dengan pelbagai cara mencari jalan untuk menghadapi tekanan dari luar dan dalam organisasi media, agar tetap menyiarkan liputannnya," tulis AJI Indonesia dalam rilis.

Dengan berbagai pertimbangan itu, AJI Indonesia memilih tim Indonesialeaks sebagai pemenang Udin Award 2019. 

"Indonesialeaks, kolaborasi jurnalis dalam platform ini dinilai telah meneruskan spirit Udin, wartawan harian Bernas yang gugur ketika menjalankan tugas jurnalistiknya," terang AJI.

Tim dewan juri Udin Award 2019 adalah Arif Zulkifli (Dewan Pers), Puri Kencana Putri (Amnesty Internasional Indonesia), dan Joni Aswira (AJI).


Tentang Udin Award

Udin Award adalah penghargaan dari AJI untuk kelompok jurnalis yang berdedikasi tinggi, namun menjadi korban kekerasan akibat liputannya.

Judul penghargaan ini diambil dari nama panggilan wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin, yang meninggal pada 16 Agustus 1996 di Yogyakarta.

Udin dianiaya orang tidak dikenal setelah ia menulis berita korupsi pada 13 Agustus 1996. Tiga hari kemudian ia ditemukan meninggal, dan hingga sekarang pembunuhnya belum kunjung terungkap.

"Penghargaan yang diberikan AJI sebagai upaya untuk mendorong kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia," demikian penjelasan AJI Indonesia.

Udin Award 2019 juga dibuat untuk mengangkat isu kekerasan terhadap jurnalis yang terus terjadi di Indonesia, mulai dari kekerasan fisik, ancaman di ranah digital, pemidanaan, hingga upaya pembungkaman.

"Bahkan di sejumlah daerah, mulai marak akhir-akhir ini pemidanaan terhadap jurnalis, sebagai respon atas pemberitaan," begitu pernyataan AJI Indonesia.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945