Polisi Tangkap 2 Mahasiswa Papua di Jakarta

Polisi menangkap dua orang atas nama Carles Kosay dan Dano Tabuni.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 30 Agus 2019 23:30 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Polisi Tangkap 2 Mahasiswa Papua di Jakarta

Massa yang tergabung dalam Mahasiswa Papua Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme membentangkan poster saat menggelar unjuk rasa di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/8/2019). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

KBR, Jakarta- Sebanyak dua mahasiswa asal Papua ditangkap jajaran Polda Metro Jaya, Jumat (30/8). Mereka ditangkap saat berada di asrama mahasiswa di kawasan Depok, Jawa Barat.

Salah seorang mahasiswa Papua, Ambrosius, mengatakan penangkapan itu dilakukan tiba-tiba oleh polisi berpakaian preman.

Ia menceritakan, awalnya polisi menangkap dua orang atas nama Carles Kosay dan Dano Tabuni. Setelah itu, mahasiswa lainnya ke Polda Metro Jaya menunjukkan solidaritas.

Saat meminta keterangan terkait penangkapan polisi tak menjelaskan alasan penangkapan itu. Polisi hanya memberikan surat pemberitahuan penangkapan.

"Mereka hanya datang suruh kami teman-teman kami suruh merayap, kemudian handphone-handphone disita, laku ditangkap dua orang lalu semua diangkut ke mobil ke Polda Metro Jaya," katanya saat dihubungi KBR, Jumat (30/8).

Ambrosius menduga, penangkapan ini merupakan buntut aksi di seberang Istana Merdeka. Saat itu 300-an massa menggelar aksi dengan mengibarkan bendera Bintang Kejora.

Sementara kuasa hukum mahasiswa Papua, Michael Himan, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Saat ini ia tengah berusaha melakukan pendampingan kepada mahasiswa di Polda Metro Jaya.

Baca juga: Pasca-Ujaran Rasis, Mahasiswa Papua Demo Tuntut Referendum di Mabes TNI AD


Sebelumnya, massa yang mengatasnamakan Komite Mahsiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme menggelar aksi di depan Istana dan seberang Mabes TNI AD, Rabu (28/8).

Dalam aksi itu, massa meneriakkan "Papua bukan Merah Putih, Papua Bintang Kejora". Tak hanya itu, mereka dengan lantang juga menyurakan kata "merdeka" dan "referendum".

Massa menyatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan rakyat Papua yang selama ini kerap mendapat intimidasi dan perlakuan rasis.

Hingga berita ini diturunkan, KBR.id mencoba menghubungi juru bicara Polda Metro Jaya, Argo Yuwono melalui telepon dan aplikasi pesan WhatsApp namun tidak mendapat jawaban.

Editor: Ardhi Rosyadi

 

* Redaksi meralat jumlah mahasiswa yang ditangkap berdasar  keterangan Albert Manunggar pada Sabtu (31/08)  pukul 02:47.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat

Kabar Baru Jam 15

Perlukah Sertifikasi Pernikahan?

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13