Pemerintah Janji Tak Akan Rusak Hutan Kaltim

"Justru kita akan perbaiki hutan konservasi itu, yang di sana ada pemakaian tidak untuk keperluan hutan, termasuk perkebunan. Jadi justru akan direhabilitasi."

BERITA | NASIONAL

Senin, 26 Agus 2019 18:44 WIB

Author

Dian Kurniati, Adi Ahdiat

Pemerintah Janji Tak Akan Rusak Hutan Kaltim

(Dari kiri) Menteri PUPR, Menteri Agraria, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Kaltim, dan Kepala Bappenas berfoto usai mengumumkan rencana pemindahan Ibu Kota di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

KBR, Jakarta- Pemerintah berjanji pemindahan Ibu kota dari Jakarta ke Kab. Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tak akan merusak kawasan hutan.

"Dari 180 ribu hektar itu, separuhnya adalah ruang terbuka hijau, termasuk hutan lindung. Hutan lindung tidak akan diganggu, dan bahkan sebagian Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara ada hutan konservasi bukit Suharto," kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Istana Negara, Senin (26/08/2019). 

"Justru kita akan perbaiki hutan konservasi itu, yang di sana ada pemakaian tidak untuk keperluan hutan, termasuk perkebunan. Jadi justru akan direhabilitasi," tambahnya.

Bambang menyebut, sebagian besar lahan yang akan dibangun untuk Ibu kota baru berstatus Hak Guna Usaha (HGU) yang telah habis atau terlantar, sehingga tak sampai merambah kawasan hutan lindung.

Menurutnya, pemerintah juga akan menghindari kawasan gambut, karena tak cocok dibangun gedung-gedung. 

Untuk tahap awal pemerintah mengatakan akan membangun 40 ribu hektar lahan untuk kawasan pusat pemerintahan. Namun, tak tertutup kemungkinan jika kawasan pusat tersebut diperluas hingga 180 ribu hektar. 

Kata Bambang, sebagian besar lahan itu adalah milik pemerintah. Jika ada pihak swasta yang sedang memanfaatkannya, pemerintah punya hak untuk menarik hak itu sewaktu-waktu, sesuai kebutuhan.

"Dengan demikian, ganti rugi lahan bisa diminimalkan," kata Bambang.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri

Pemulihan Gambut Pasca Kebakaran

Kabar Baru Jam 15

Soal Portal Aduan ASN Radikal