JK Minta Transmigran Transfer Ilmu ke Penduduk Lokal

program transmigrasi dari pemerintah tidak boleh hanya menguntungkan satu pihak, namun seluruh aspek yang terlibat.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 01 Agus 2019 15:57 WIB

Author

Dwi Reinjani

JK Minta Transmigran Transfer Ilmu ke Penduduk Lokal

Wapres Jusuf Kalla, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berfoto bersama seusai penyerahan Perpres tentang Koordinasi dan Integrasi Penyelenggaraan Transmigrasi dalam Rakornas Transmigr

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla minta transmigran menukar ilmu mereka dengan masyarakat lokal.

Menurutnya, program transmigrasi dari pemerintah tidak boleh hanya menguntungkan satu pihak, namun seluruh aspek yang terlibat.

“Upaya yang harus dilakukan dewasa ini adalah bagaimana mensejahterakan transmigrannya dan bagaimana mensejahterakan tempat di mana transmigrasi itu. Bagaimana caranya, tentu transmigran juga harus transfer kemampuan, keterampilan. Orang dari Jawa orang dari Bali biasanya lebih trampil dalam pertanian, kadang-kadang lebih rajin dibanding daerah-daerah yang didatangi,” ujar Kalla ketika Rapat Koordinasi Nasional Transmigrasi, Kementerian Desa, di Jakarta, Kamis (01/07/2019).

Jusuf Kalla menambahkan, beberapa daerah transmigrasi seperti Palu, Poso dan Lampung merupakan daerah yang sukses menjalankan transmigrasi. Itu terlihat dari meningkatnya potensi lahan-lahan kosong menjadi lahan produktif karena transmigran dan penduduk lokal sudah bisa saling bekerja sama dengan baik.

Orang nomor dua di Indonesia itu mengingatkan, program transmigrasi juga memiliki potensi konflik antar warga.

JK melanjutkan, di beberapa daerah penduduk lokal merasa tergusur lantaran para transmigran mendapat lahan luas dari negara untuk digarap, sementara mereka tidak.  

"Hal itulah yang akhirnya melahirkan transmigran-transmigran lokal bentukan pemerintah agar meredam konflik," tambah Jusuf Kalla.

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan, program transmigrasi sejak 1950 hingga saat ini, penduduk Indonesia sudah menyebar di berbagai pulau.

Upaya pemerataan penduduk ini dinilai berhasil lantaran telah menciptakan tatanan pemerintahan baru, dari upaya transmigrasi yang dilakukan selama puluhan tahun.

“Sejak transmigrasi dicanangkan di Indonesia di tahun 50an, sudah lebih dari 2 juta keluarga dan 8 juta penduduk yang dipindahkan dari pulau Jawa yang padat dan pulau Bali ke daerah-daerah lain di Indonesia. Transmigrasi telah mampu menciptakan dua ibu kota provinsi, 104 kabupaten baru, 335 kecamatan dan 1.336 desa definitif di luar Jawa," kata Eko.

Menurut Eko Sandjojo, pencapaian transmigrasi juga dapat dilihat dari terciptanya 619 kawasan program revitalisasi, yang dapat mengelola 4,2 juta transmigran termasuk 1,7 juta pekerja di kawasan seluas 4,4 juta hektar yang ada di seluruh Indonesia.

Ia menjelaskan dari kawasan tersebut, 1 juta hektare lahan digunakan untuk sawah, 310 ribu hektare ladang jagung, 1,1 juta Hektare lahan sawit, dan 429 ribu hektare lahan sawit.

Dari lahan-lahan produktif yang digarap oleh para transmigran itu, lanjut Eko, penduduk menghasilkan Rp17 triliun per tahun.

Seiring berjalannya waktu, tambah Eko, tidak hanya perkembangan penduduk dan pengelolaan lahan yang menjadi fokus pemerintah, akan tetapi pembangunan infrastruktur yang lebih layak untuk perkembangan ekonomi, sosial dan budaya juga terus berjalan.

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945