Share This

JK Siap Bantu Jokowi-Ma'ruf Menangkan Pilpres 2019

"Tentu pengetahuan masing-masing berbeda sehingga bisa saling mengisi."

BERITA , NASIONAL

Jumat, 10 Agus 2018 16:36 WIB

JK Siap Membantu Jokowi-Ma'ruf (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) berjanji akan membantu Presiden petahana Joko Widodo dan pasangannya Ma'aruf Amin dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

JK masih mempertimbangkan cara terbaik membantu Jokowi dan Ma'ruf untuk memenangkan Pemilu. Ia belum bisa memastikan apakah akan menjadi tim sukses atau tim penasehat untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Sedang kita pertimbangkan segala hal tapi saya tetap menjanjikan untuk membantu Jokowi. Jadi sedang kita pertimbangkan bagaimana cara terbaik," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jumat (10/8).

JK mengaku diundang Jokowo untuk mendampinginya saat deklarasi dan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, Ia menolak undangan tersebut karena merasa tidak memiliki kapasitas dalam kegiatan itu. Menurutnya, pendeklarasian merupakan panggung pimpinan partai politik pengusung Jokowi-Ma'ruf.

"Saya pikir itu medannya pimpinan partai, belum tim penasehat atau tim sukses," ujar JK.

JK tak lupa menyampaikan ucapan selamat kepada Jokowi dan Ma'ruf atas pencalonannya sebagai calon presiden dan wakil presiden. Ia yakin keduanya bisa saling melengkapi dalam mengelola pemerintahan.

"Seperti dibicarakan juga beliau religius. Tentu pengetahuan masing-masing berbeda sehingga bisa saling mengisi," kata JK.

JK tidak meragukan Ma'aruf dalam hal kepemimpinan. Hal itu karena Ma'aruf merupakan pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama (NU) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun dalam hal mengelola pemerintahan, JK menilai Ma'aruf masih perlu belajar.

"Kalau soal nanti menjalankan pemerintahan tentu bertahap, tidak bisa langsung orang menguasai semua," jelasnya.


Editor: Fajar Aryanto


 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.