JK: Ojek Online Jangan Permalukan Bangsa saat Asian Games

"Silahkan di tempat tertentu tapi jangan sampai mempermalukan kita, tidak menghalangi jalan dan segala macam. Itu tidak simpatik dan merusak kehormatan bangsa," pesan JK.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 07 Agus 2018 15:58 WIB

Author

Gilang Ramadhan

JK: Ojek Online Jangan Permalukan Bangsa saat Asian Games

Ilustrasi: Antara

KBR, Jakarta- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengimbau pengemudi ojek online untuk tidak berunjuk rasa saat pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus mendatang.

Jusuf Kalla meminta pengemudi ojek online tidak mempermalukan bangsa sendiri di hadapan masyarakat internasional. 

"Kita harap karena Asian Games ini merupakan martabat bangsa, kehormatan bangsa. Janganlah dalam situasi yang sempit ini dipergunakan pula oleh teman-teman ojek online selama ini beroperasi," kata JK di Kantor Waki Presiden, Selasa, (7/8/2018).

Wakil Presiden mengatakan telah memerintahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk meredam agar demo pengemudi ojek online tidak jadi dilaksanakan. Namun, jika demo tetap digelar JK meminta Kepolisian untuk menjaga agar tidak menggangu penyelenggaraan Asian Games. 

Jika terpaksa harus dilakukan, JK mengatakan, pengemudi ojek online boleh melakukan demo asal tidak di sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta dan Gelora Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan.

Ia meminta kepolisian untuk menyiapkan lokasi tertentu sebagai tempat demo. 

"Silakan di tempat tertentu, tapi jangan sampai mempermalukan kita. Tidak menghalangi jalan dan segala macam. Itu tidak simpatik dan merusak kehormatan bangsa," pesan dia.

Sebelumnya, para pengemudi ojek online dari berbagi penyedia aplikasi berencana menggelar demo di sekitar GBK dan Jaka Baring saat pembukaan Asian Games. Demo tersebut digelar lantaran belum ada kesepakatan terhadap tarif minimal ojek online.

Editor: Adia Pradana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun