Share This

Gempa Susulan 6,2 SR Guncang Lombok, Warga Panik

Gempa susulan berkekuatan 6,2 Skala Richter kembali mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pukul 12.25 WIB tadi.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 09 Agus 2018 14:09 WIB

Ilustrasi: depkes.go.id

KBR, Jakarta- Gempa susulan berkekuatan 6,2 Skala Richter kembali mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pukul 12.25 WIB tadi. Berdasarkan siaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa susulan berpusat di darat,  6 Km barat laut Kabupaten Lombok Utara, pada kedalaman 12 Km. Gempa susulan tersebut dirasakan hingga pulau Bali dan Sumbawa.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Agung Pramuja mengatakan, masyarakat sempat panik dan berlari ke arah timur Lombok. Masyarakat baru tenang ketika diberitahu bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

"Masyarakat sempat panik juga. Kalau kita lihat gempanya 6,2 Skala Richter. Jadi setelah diinfokan tidak berpotensi tsunami, mereka agak tenang. Tadinya otomatis mau lari atau menjauh ke arah timur," kata Agung kepada KBR, Kamis, (09/08).

Meski begitu, Agung belum bisa memastikan dampak dari gempa susulan tersebut. Ia mengatakan, hal itu masih diinventarisir oleh tim di lapangan.

"Saya hingga saat ini belum dapat update. Tapi yang jelas gempa susulan terus-terusan, fluktuatif," ujarnya.

Berdasarkan data BMKG, hingga saat ini telah terjadi sekitar 355 gempa susulan di Nusa Tenggara Barat. Gempa susulan dengan magnitudo besar baru kali ini terjadi pascagempa utama pada hari Minggu lalu.


Editor: Adia Pradana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.