Share This

4 Hakim dan 2 Panitera PN Medan Kena OTT KPK

Petugas KPK menjaring 4 hakim dan 2 panitera Pengadilan Negeri Medan dalam Operasi Tangkap Tangan, Selasa (28/8/2018).

NASIONAL , NASIONAL

Selasa, 28 Agus 2018 14:17 WIB

Ilustrasi: Penyegelan oleh KPK. (Foto: ANTARA/ Prasetia F)

KBR, Medan - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (28/8/2018). Dalam operasi tersebut, petugas KPK meringkus empat hakim dan dua panitera.

Juru bicara PN Medan, Erintuah Damanik membenarkan adanya OTT tersebut. Namun, dia mengatakan tidak mengetahui persis kasus yang meyeret ketua dan wakil ketua PN Medan itu.

"Saya belum jelas perkara apa. Iya yang bawa orang KPK," kata Erintuah di Medan, Selasa (28/8/2018).

Enam orang yang dijaring KPK itu antara lain Marsudin Nainggolan (Ketua PN), Wahyu Prasetyo Wibowo (Wakil Ketua PN), Sontan Merauke Sinaga (Hakim Adhoc Tipikor), Merry Purba, Elpandi (panitera) dan Oloan (panitera).

"Mereka dibawa ke Mapolda Sumatra Utara," ujar Erintuah.

Ia melanjutkan, KPK juga menyegel meja hakim Sontan Merauke Sinaga dan Merry Purba. "Kebetulan meja pak Sontak sudah disegel. Saya tidak tahu awalnya dari mana," pungkas Erintuah.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.