Setelah Politik Nasi Goreng, Muncul Koalisi Plus-Plus

"Bahkan koalisi itu bisa 'plus-plus', kan begitu. Jadi bukan hanya hotel saja yang 'plus-plus', koalisi 'plus-plus' bisa kan," kata Moeldoko.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 25 Jul 2019 14:40 WIB

Author

Dian Kurniati

Setelah Politik Nasi Goreng, Muncul Koalisi Plus-Plus

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Foto: www.setkab.go.id)

KBR, Jakarta- Setelah Megawati dan Prabowo menggelar "pertemuan nasi goreng", Istana Kepresidenan memberi sinyal akan membuka diri jika Partai Gerindra hendak bergabung ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Bahkan koalisi itu bisa 'plus-plus', kan begitu. Jadi bukan hanya hotel saja yang 'plus-plus', koalisi 'plus-plus' bisa kan," kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (25/7/2019). 

Ia menjelaskan, yang dimaksud "koalisi plus-plus" adalah koalisi yang menerima partai tambahan.

"Bisa saja koalisi yang kemarin terbangun ada tambahan lagi. Itu namanya plus. Ya begitu, bisa saja terjadi. Cuma plusnya berapa, kita lihat saja nanti," kata Moeldoko.


Koalisi Politik Tak Bisa Permanen

Moeldoko menilai, koalisi politik memang tak bisa permanen. Menurutnya, jika ada partai yang berbalik mendukung atau justru menjadi oposisi pemerintah, itu merupakan hal wajar.

Meski begitu, ia meyakini koalisi partai pengusung Jokowi akan selalu solid hingga lima tahun pemerintahan yang akan datang.

Moeldoko juga mengatakan, dinamika politik akan menjadi semakin cair setelah pembubaran Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, yang rencananya dilakukan besok.

Dengan demikian, kata dia, peluang partai di luar koalisi untuk bergabung ke Jokowi juga semakin besar.

Editor: Adi Ahdiat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun