Ratusan Kepala Desa Langgar Penyaluran Dana Desa

"Kalau kesalahan macam-macam. Ada yang administrasi, dan ada yang kepatutan seperti volume dan kesalahan lainnya."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 31 Jul 2019 20:56 WIB

Author

Budi Prasetiyo

Ratusan Kepala Desa Langgar Penyaluran Dana Desa

Bupati Bangkalan Fuad Amin mengenakan rompi oranye di Komisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: ANTARA)

KBR, Surabaya- Sedikitnya 400 kepala desa diduga melakukan pelanggaran penyaluran dana desa.Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Anwar Sanusi mengatakan kasus terjadi sejak program digulirkan pada 2015.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar sudah memasuki proses hukum dan tinggal menunggu vonis dari pengadilan.

"Artinya sejak implementasi, sudah 400-an. Aduan cukup banyak dan kita proses. Sampai sekarang kami masih melakukan investigasi," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Anwar Sanusi pada Rabu (31/7/2019).

Kata Anwar, masalah pelanggaran penyaluran dana desa oleh kepala desa bermacam-macam kasusnya. Beberapa diantaranya seperti kesalahan yang bersifat administrasi, hingga adanya unsur pelanggaran hukum. Pihak Kemendes, PDT dan Transmigrasi RI sendiri menggandeng aparat penegak hukum agar masalah tersebut dapat diusut tuntas.

"Kalau kesalahan macam-macam. Ada yang administrasi dan kepatutan. Ada yang kepatutan yaitu volume dan kesalahan lainnya. Kita melakukan kerjasama agar menangani permasalahan secara serius," tukas Anwar.

Dari data yang dihimpun, total anggaran dana desa yang disalurkan telah mencapai Rp 257 triliun sejak 2015 hingga 2019. Seluruhnya sudah tersalur ke 74.950 desa di seluruh Indonesia.

"Memang ada penambahan. Karena itu kami berharap agar dana tersebut dikelola dengan baik. Karena kalau tak dikelola dengan baik, akan menyimpan potensi masalah yang sangat besar," ujar Anwar.

Dilanjutkan Anwar, pemerintah berencana menambah dana desa secara bertahap, bahkan hingga mencapai Rp 400 triliun pada 2024 mendatang.

"Diharapkan, dengan adanya penambahan tersebut, banyak jalan dan jembatan di pedesaan yang bisa diperbaiki, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," harapnya.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Foto Ikatan Besar Mahasiswa UI Tidak Akui Jokowi - Ma'ruf Hoaks

Jokowi Didesak Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM di Periode Kedua

Kanker Payudara dan Tubuh Perempuan

Kabar Baru Jam 15